Kompas.com - 12/07/2018, 14:27 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netayahu mengumumkan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa.

Pertemuan itu terjadi sehari setelah penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati, datang berkunjung (11/7/2018).

Dilansir Radio Free Europe Kamis (12/7/2018), kepada Putin, Netayahu meminta agar Iran bisa diusir dari Suriah.

Baca juga: Israel Klaim Rudal Patriotnya Hancurkan Drone dari Suriah

Israel begitu waswas saat mengetahui perang sipil Suriah yang berlangsung sejak 2011 telah sampai di Dataran Tinggi Golan.

Kawasan dekat Golan merupakan basis pemberontak tersisa yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Para pejabat militer Israel khawatir Assad bakal membiarkan Iran dan milisi Hezbollah bakal menyusup ke wilayahnya dari Golan.

Karena itu, Israel menggelar sejumlah operasi militer untuk menangkal keberadaan Iran dari dataran yang direbut dari Suriah pada 1967 itu.

Dalam unggahan di Facebook, PM yang akrab disapa Bibi itu mengatakan pertemuannya dengan Putin sangatlah penting.

"Kepada Presiden Putin, saya menekankan posisi Israel; kami dengan tegas menolak segala bentuk keberadaan Iran," ucapnya.

Netayahu juga melaporkan bahwa militernya baru saja menghancurkan sebuah drone yang diterbangkan dari Suriah menuju Golan.

Rusia sudah dilaporkan memperingatkan Israel bahwa adalah hal tak realistis meminta Iran untuk keluar dari Suriah.

Namun, mengutip pejabat Israel, Reuters memberitakan Rusia sudah mengupayakan agar pasukan Iran menjaga jarak.

Baca juga: Israel Bentuk Badan Militer Khusus Anti-Iran

Mereka menawarkan proposal kepada Israel bahwa Iran bakal menjaga jarak 80 kilometer dari Dataran Tinggi Golan.

Hanya saja, usul itu ditolak Netayahu yang bersikeras agar Iran tidak sekadar mundur. Mereka harus angkat kaki dari Suriah.

"Kami tahu masalah Anda. Mari kita bicarakan ini sambil duduk," ujar Putin kepada Netayahu sebelum pertemuan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu kepada harian Italia Il Giornale mengusulkan agar Israel dan Iran saling menahan diri.

"Jika mereka masih terus melakukan unjuk kekuatan di Suriah, saya khawatir situasi Timur Tengah bakal memanas," tuturnya.

Baca juga: Iran: Israel Telah Mencuri Awan dan Salju Kami

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.