Korban Tewas Banjir di Jepang Capai 199 Orang dan 60 Orang Hilang - Kompas.com

Korban Tewas Banjir di Jepang Capai 199 Orang dan 60 Orang Hilang

Kompas.com - 12/07/2018, 12:23 WIB
Penduduk memeriksa rumah mereka yang rusak akibat banjir di Mabi, Prefektur Okayama, Selasa (10/7/2018). (AFP/Martin Bureau) Penduduk memeriksa rumah mereka yang rusak akibat banjir di Mabi, Prefektur Okayama, Selasa (10/7/2018). (AFP/Martin Bureau)

TOKYO, KOMPAS.com - Tim pencarian dan penyelamatan Jepang mencari keberadaan puluhan orang yang dilaporkan hilang akibat tersapu banjir dan tanah longsor, sementara korban tewas hampir mencapai 200 orang.

Laporan dari AFP, Rabu (12/7/2018), menyebutkan jumlah korban jiwa tercatat 199 orang. Sejak akhir pekan lalu, korban meninggal dunia terus mengalami kenaikan.

Tim melakukan operasi dengan membersihkan sisa-sisa dari banjir dan tanah longsor yang menghancurkan permukiman.

Baca juga: Perdana Menteri Jepang Temui Para Korban Bencana Banjir dan Longsor

Sekitar 60 orang dilaporkan hilang, dan upaya pencarian terus dilakukan dengan meninjau satu per satu rumah.

"Masa kritis 72 jam (setelah bencana) telah lewat," kata pejabat di prefektur Okayama, Mutsunari Imawaka.

"Tapi kami akan terus mencari dan yakin masih banyak korban selamat," ucapnya.

Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji akan meningkatkan bantuan untuk daerah yang terkena bencana. Pemerintah juga telah mengamankan sekitar 71.000 rumah sementara untuk pengungsi.

"Melihat ke depan, kami bakal mendapati sejumlah besar limbah yang dihasilkan karena bencana, sehingga saya berencana untuk mengirim tim ke setiap prefektur untuk upaya pembersihan," ujarnya.

Pemerintah akan mengeluarkan sekitar 20 juta dollar AS atau Rp 288 miliar untuk upaya evakuasi dan dana khusus bagi pemerintah daerah guna membantu upaya rekonstruksi.

Sekitar 10.000 orang yang rumahnya terkubur tanah longsor atau terendam air banjir masih tinggal di tempat penampungan.

Baca juga: Banjir di Jepang Bikin Kuda Poni Ini Berenang Hingga ke Atap Rumah

Sebelumnya, Abe juga mengunjungi pusat evakuasi sementera korban bencana di kota Kurashiki, Okayama.

"Saya harap pemerintah setempat tidak akan ragu dalam memberikan bantuan, termasuk bantuan keuangan dan mengerahkan segala upaya untuk restorasi secara maksimal," kata Abe berpesan kepada Gubernur Okayama, Ryuta Ibaragi.

Sejumlah daerah dilaporkan masih terisolasi setelah jalur transportasi menuju kota-kota terdekat terputus akibat terhalang lumpur dan puing-puing bangunan akibat longsor.


Komentar
Close Ads X