Kemampuan Bahasa Inggris Remaja Ini Bantu Tim Bola Keluar dari Goa - Kompas.com

Kemampuan Bahasa Inggris Remaja Ini Bantu Tim Bola Keluar dari Goa

Kompas.com - 11/07/2018, 22:27 WIB
Adul Sam-on, remaja 14 tahun yang kemampuan bahasa Inggrisnya menyelamatkan dia, 11 rekannya, dan pelatihnya setelah 10 hari terjebak di dalam Goa Tham Luang, Thailand.via Daily Mirror Adul Sam-on, remaja 14 tahun yang kemampuan bahasa Inggrisnya menyelamatkan dia, 11 rekannya, dan pelatihnya setelah 10 hari terjebak di dalam Goa Tham Luang, Thailand.

MAE SAI, KOMPAS.com - Seumur hidupnya, Adul Sam-on bakal sangat bersyukur mempunyai kemampuan menguasai bahasa asing.

Sebab, dengan kemampuannya dia menyelamatkan dirinya, 11 rekannya, dan pelatihnya yang terjebak di Goa Tham Luang, Thailand.

New York Times mewartakan Selasa (10/7/2018), Adul bukanlah warga asli Thailand. Dia berasal dari suatu kawasan di Myanmar.

Baca juga: Thailand Rilis Foto Pertama Anggota Tim Bola Setelah Keluar dari Goa

Kawasan tempat Adul tinggal dikenal akan konflik serta perdagangan opium. Pada usia enam tahun, keluarganya pindah ke Thailand.

Keluarganya pindah agar Adul bisa mendapatkan pendidikan layak sehingga kehidupannya lebih baik dibanding orangtuanya.

Dia bersekolah di sekolah Chiang Rai, dan dikenal sebagai murid berprestasi di bidang akademik serta olahraga hingga menerima beasiswa.

Adul fasih dalam lima bahasa; Inggris, Thai, Myanmar, Mandarin, dan Wa. Penguasaan bahasa Adul berperan sangat penting.

Semua dimulai ketika tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) terjebak di Goa Tham Luang setelah melakoni latihan sore pada 23 Juni lalu.

Selama 10 hari, mereka harus bertahan hidup berbekal camilan yang dibawa salah seorang anggota, dan minum air dari goa.

Saat ditemukan dua penyelam Inggris, Richard Stanton dan John Volanthen pekan lalu (2/7/2018), mereka semua terlihat sangat kurus.

Dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, ke-11 teman Adul meminta makan kepada Volanthen dan Stanton.

Adalah Adul, yang kini berusia 14 tahun, yang menjadi penerjemah bagi seluruh tim. Dia mengatakan jelas apa yang mereka butuhkan; makanan.

Adul menjadi jembatan apa saja yang dibutuhkan semua teman dan pelatihnya, Ekapol Chanthawong, kepada dua penyelam itu.

Dengan berani, dia juga menanyakan kepada mereka kapan kira-kira bantuan bakal datang untuk mengeluarkan mereka.

Baca juga: Kebanyakan Remaja yang Terjebak di Goa Kehilangan Berat Badan 2 Kg

Berkat Adul, tim penyelamat yang datang dari berbagai penjuru dunia menjadi tahu apa saja yang diperlukan oleh remaja dan pelatih itu.

Operasi untuk mengeluarkan ke-13 anggota klub itu dimulai pada Minggu (8/7/2018), di mana empat orang pertama berhasil keluar.

Operasi dilanjutkan keesokan harinya (9/7/2018), dan berhasil mengangkat empat remaja lagi dari goa.

Penyelamatan final digelar untuk mengangkat empat remaja tersisa dan Chanthawong pada Selasa (10/7/2018).

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Baca juga: Keluar dari Goa Thailand, Tim Sepak Bola Remaja Harus Dikarantina


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X