Badan Intelijen Israel Telah Gagalkan 160 Upaya Pembunuhan Pemimpin Arab - Kompas.com

Badan Intelijen Israel Telah Gagalkan 160 Upaya Pembunuhan Pemimpin Arab

Kompas.com - 11/07/2018, 20:29 WIB
Logo badan intelijen Israel, Mossad.WIKIPEDIA Logo badan intelijen Israel, Mossad.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Badan intelijen Israel, Mossad, diklaim telah berhasil mengagalkan hingga lebih dari 160 percobaan pembunuhan yang menargetkan pemimpin Arab.

Melansir dari Middle East Monitor, klaim tersebut disampaikan seorang jurnalis Kurdi di Israel, Mahdi Majeed, yang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari dokumen intelijen rahasia yang belum diungkapkan.

Disampaikan Majeed, melalui akun media sosial Twitter miliknya, pada Senin (9/7/2018), tanpa bantuan dari Mossad hampir setengah dari pemimpin Arab saat ini dan di masa lalu telah terbunuh.

"Hari ini, saya telah melihat dokumen intelijen yang akan segera dirilis. Singkat kata, berdasarkan dokumen tersebut Mossad telah menggagalkan hingga lebih dari 160 upaya pembunuhan yang menargetkan mantan pemimpin Arab, terutama terhadap pemimpin Arab saat ini," tulis Majeed.

Baca juga: Mossad Gelar Operasi Rahasia Selamatkan Jam Tangan Agen Legendaris

Namun tidak diungkapkan secara rinci kapan pastinya upaya percobaan pembunuhan yang telah digagalkan tersebut, maupun cara intelijen Israel menggagalkannya.

Dalam postingan sebelumnya, Majeed juga mengunggah sebuah foto saat bersama dengan Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz.

"Menantikan pengungkapan rahasia eksklusif untuk pertama kalinya mengenai negara-negara Arab secara umum dan kawasan teluk secara khusus," tulis Majeed bersama foto tersebut.

Sebagai badan intelijen milik Israel, Mossad disebut telah menjalin hubungan secara formal dengan sejumlah lembaga intelijen di negara-negara Arab pada umumnya, termasuk dengan Yordania, Mesir, Maroko dan beberapa negara di kawasan Teluk Arab.

Baca juga: Mantan Petinggi Mossad: Netanyahu Pernah Perintahkan Serangan Militer ke Iran


Komentar

Terkini Lainnya

Eks Koruptor Nekat Nyaleg, MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat Nyaleg, MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan
Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Nasional
Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Nasional
Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Megapolitan
Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Nasional
Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak 'Fair'

Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak "Fair"

Megapolitan
KPK Geledah Kantor dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu

KPK Geledah Kantor dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu

Nasional
MK Jemput Bola Cari Dewan Etik Pengganti Salahuddin Wahid

MK Jemput Bola Cari Dewan Etik Pengganti Salahuddin Wahid

Nasional
Hukuman Penjara Mantan Presiden Korea Selatan Bertambah Jadi 32 Tahun

Hukuman Penjara Mantan Presiden Korea Selatan Bertambah Jadi 32 Tahun

Internasional
Tiga Prajurit TNI di Papua Tewas Akibat Miras Oplosan

Tiga Prajurit TNI di Papua Tewas Akibat Miras Oplosan

Regional
Satgas Saber Pungli Dipandang Jadi Pekerjaan Tambahan Polri

Satgas Saber Pungli Dipandang Jadi Pekerjaan Tambahan Polri

Nasional
Penjelasan Anies soal Instruksi Menutupi Kali Item dengan Kain Hitam

Penjelasan Anies soal Instruksi Menutupi Kali Item dengan Kain Hitam

Megapolitan
Nasib SD 11 Parepare: Kembali Disegel Pemilik Lahan, Siswa Belajar di Lantai

Nasib SD 11 Parepare: Kembali Disegel Pemilik Lahan, Siswa Belajar di Lantai

Regional
Kendaraan Khusus Asian Games Dipasangi Stiker agar Bebas Ganjil-Genap

Kendaraan Khusus Asian Games Dipasangi Stiker agar Bebas Ganjil-Genap

Megapolitan

Close Ads X