Kebanyakan Remaja yang Terjebak di Goa Kehilangan Berat Badan 2 Kg - Kompas.com

Kebanyakan Remaja yang Terjebak di Goa Kehilangan Berat Badan 2 Kg

Kompas.com - 11/07/2018, 16:43 WIB
Inilah foto 12 remaja anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) dan pelatih mereka Ekapol Chanthawong (kanan, paling bawah) yang terperangkap di Goa Tham Luang, Thailand, sejak 23 Juni, dan berhasil keluar semuanya Selasa (10/7/2018).Facebook via Straits Times Inilah foto 12 remaja anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) dan pelatih mereka Ekapol Chanthawong (kanan, paling bawah) yang terperangkap di Goa Tham Luang, Thailand, sejak 23 Juni, dan berhasil keluar semuanya Selasa (10/7/2018).

MAE SAI, KOMPAS.com - Pemerintah Thailand berkata, kondisi 12 remaja dan seorang pelatih anggota tim sepak bola yang dua pekan terjebak di goa baik-baik saja.

Diwartakan CNN Rabu (11/7/2018), saat ini mereka masih menjalani pemulihan di Rumah Sakit Chiang Rai Prachanukroh.

Tongchai Lertvirairatanapong, Inspektur Kementerian Kesehatan Thailand berkata, ke-13 orang itu tidak mendapat masalah serius.

Baca juga: Keluar dari Goa Thailand, Tim Sepak Bola Remaja Harus Dikarantina

"Meski kebanyakan dari remaja itu mengalami penurunan berat badan hingga dua kilogram," tutur Lertvirairatanapong.

Susutnya bobot anggota tim sepak bola Mu Pa (Wild Boar) itu dikarenakan selama sembilan hari pertama terjebak, mereka kekurangan makan.

Untungnya, mereka masih meminum air keruh yang ada di Goa Tham Luang. "Manusia bisa bertahan berbulan-bulan tanpa makan. Namun tidak dengan air," paparnya.

Ketika mereka akhirnya ditemukan dua penyelam Inggris, Richard Stanton dan John Volanthen, bantuan makanan didatangkan.

Awalnya, mereka meminta roti cokelat. Namun, tim penyelamat dan medis yang mendampingi memberi makanan kaya nutrisi dan protein.

Lertvirairatanapong melanjutkan, dia memberikan kredit khusus kepada pelatih yang ikut terjebak bersama mereka, Ekapol Chanthawong.

Pria 25 tahun yang akrab disapa Ake itu berhasil menjaga kesehatan mental remaja asuhannya dengan mengajari teknik meditasi.

"Emosi mereka stabil karena saling menjaga satu sama lain. Semua berkat ilmu pengendalian diri dari Pelatih Ake," pujinya dikutip Straits Times.

Salah satu dari empat remaja gelombang pertama yang diselamatkan Minggu (8/7/2018) dikabarkan telah bertemu keluarganya.

Namun, mereka masih dipisahkan kaca karena tim medis masih harus memastikan tidak ada penyakit atau infeksi menular yang dibawa mereka.

Baca juga: Meditasi Membantu Anak yang Terjebak di Goa Bermental Baja

Secepatnya, Lertvirairatanapong berujar gelombang pertama remaja yang keluar bakal bertemu keluarga secara langsung setelah mengenakan pakaian khusus.

Sementara gelombang kedua telsh mendapat izin berbicara dengan keluarganya melalui kaca dan sambungan telepon, gelombang ketiga masih belum diperbolehkan.

Mereka masih membutuhkan tes lanjutan karena baru dikeluarkan pada Selasa (10/7/2018) waktu setempat.

Adapun ke-13 anggota klub bola Mu Pa itu masih harus dirawat selama sepekan di rumah sakit agar sistem kekebalan tubuhnya kembali.

Selama sepekan, kondisi mereka bakal dipantau. Bahkan, mereka dilarang untuk sekadar menonton televisi.

Ananya Sinrachatanant, psikiater dari Universitas Psikiater Kerajaan berujar, meski terlibat baik, masih ada kerapuhan dalam kondisi mental 13 orang itu.

Baca juga: Wajah Penyelam Pahlawan yang Selamatkan Tim Sepak Bola Remaja dari Goa

"Sebab, mereka baru saja terbebas dari pengalaman traumatis ketika terjebak di goa selama dua pekan," tuturnya.

Karena itu, dia memperingatkan agar yang boleh menjenguk tim sepak bola tersebut hanyalah keluarga dan kerabat.

Keluarga pun juga dilarang untuk menanyakan seperti apa perasaan berada dalam goa, atau menyalahkan tindakan mereka.

Sebelumnya, tim sepak bola Mu Pa dilaporkan hilang sejak 23 Juni, dan ditemukan dua orang penyelam Inggris pada pekan lalu (2/7/2018).

Kisah ke-12 remaja dan seorang pelatih yang terperangkap menjadi perhatian dunia, dan mengundang para relawan dari seluruh dunia untuk membantu.

Operasi untuk menyelamatkan 13 anggota Mu Pa itu pertama dilaksanakan pada Minggu (8/7/2018), dan sukses mengeluarkan empat remaja.

Kemudian dalam penyelamatan Senin (9/7/2018), mereka berhasil mengeluarkan empat lagi dengan puncaknya Rabu (10/7/2018), lima orang tersisa berhasil dikeluarkan.

Sayangnya, dalam operasi internasional itu, seorang relawan penyelam, Saman Kunan, tewas pada Jumat pekan lalu (6/7/2018).

Kunan yang merupakan eks anggota Angkatan Laut Thailand tewas karena diduga kekurangan oksigen ketika membantu tim sepak bola itu.

Baca juga: Produser Film AS Berencana Angkat Kisah Penyelamatan Tim Bola di Goa


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

328 Jemaah Haji Indonesia Tersesat di Masjid Nabawi, Hati-hati Penipuan

328 Jemaah Haji Indonesia Tersesat di Masjid Nabawi, Hati-hati Penipuan

Nasional
Berita Populer: Perempuan Diserang Singa, hingga Penangkapan Nabi Palsu

Berita Populer: Perempuan Diserang Singa, hingga Penangkapan Nabi Palsu

Internasional
Israel Janji Buka Blokade Barang ke Gaza Jika Situasi Tetap Tenang

Israel Janji Buka Blokade Barang ke Gaza Jika Situasi Tetap Tenang

Internasional
Mantan Anggota Konsorsium E-KTP Hadapi Vonis Hakim

Mantan Anggota Konsorsium E-KTP Hadapi Vonis Hakim

Nasional
'Mau Naik Kereta Mesti Antre Tiket Kertas, Ini Sih Balik ke Zaman Dulu'

"Mau Naik Kereta Mesti Antre Tiket Kertas, Ini Sih Balik ke Zaman Dulu"

Megapolitan
Punya Peluang Jadi Cawapres Jokowi, Cak Imin Akan Banyak Berdoa

Punya Peluang Jadi Cawapres Jokowi, Cak Imin Akan Banyak Berdoa

Nasional
Warga Amerika yang Tewas di Kuta Merupakan Senior Economist World Bank

Warga Amerika yang Tewas di Kuta Merupakan Senior Economist World Bank

Regional
Tawa Kalapas Sukamiskin dan Menanti Janji Pembenahan Lapas...

Tawa Kalapas Sukamiskin dan Menanti Janji Pembenahan Lapas...

Nasional
Antre Beli Tiket Kertas, Pengguna KRL Diimbau Berangkat Lebih Pagi Hari Ini

Antre Beli Tiket Kertas, Pengguna KRL Diimbau Berangkat Lebih Pagi Hari Ini

Megapolitan
Warga Gandaria Utara Mengaku Jadi Korban Pungli Oknum Kelurahan

Warga Gandaria Utara Mengaku Jadi Korban Pungli Oknum Kelurahan

Megapolitan
Cak Imin Sebut Pesaing Bertambah jika MK Kabulkan Uji Materi Perindo

Cak Imin Sebut Pesaing Bertambah jika MK Kabulkan Uji Materi Perindo

Nasional
Harga Daging Ayam Sentuh Rp 45.000 Per Kg, Pedagang Mogok Jualan

Harga Daging Ayam Sentuh Rp 45.000 Per Kg, Pedagang Mogok Jualan

Regional
Anak-anak Tim Sepak Bola yang Terjebak di Goa akan Menjadi Biksu

Anak-anak Tim Sepak Bola yang Terjebak di Goa akan Menjadi Biksu

Internasional
5 Berita Populer: Kalapas Sukamiskin Tertawa-tawa di KPK dan Tangis Inneke Koesherawati

5 Berita Populer: Kalapas Sukamiskin Tertawa-tawa di KPK dan Tangis Inneke Koesherawati

Nasional
'Speedboat' Milik Setda Raja Ampat Terbakar, Dua Orang Terluka

"Speedboat" Milik Setda Raja Ampat Terbakar, Dua Orang Terluka

Regional

Close Ads X