Kompas.com - 11/07/2018, 12:28 WIB
Bendera ISIS Reuters via ArabnewsBendera ISIS

SYDNEY, KOMPAS.com - Moutiaa El-Zahed, istri seorang perekrut kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Hamdi Alqudsi, dijatuhi hukum kerja sosial selama 75 jam karena tidak bersedia berdiri di ruang persidangan saat hakim memasuki ruangan.

Moutiaa (50) menjadi orang pertama di New South Wales, Australia, yang diajukan ke pengadilan karena kasus tersebut.

Dia dinyatakan bersalah pada Mei lalu atas 9 dakwaan terkait perilaku tidak sopan di pengadilan. Pidana ini baru diperkenalkan di New South Wales pada 2016.

Baca juga: Setahun Bebas dari ISIS, Pengemis Anak Penuhi Jalanan Mosul di Irak

Ibu dari dua anak ini menolak berdiri ketika Hakim Audrey Balla masuk dan meninggalkan ruang sidang dalam sebuah persidangan perdata pada November dan Desember 2016.

Moutiaa yang merupakan istri terpidana Hamdi Alqudsi, telah menggugat Kepolisian New South Wales dan Kepolisian Australia, karena mengaku diserang saat terjadi penggerebekan di rumahnya pada 2014.

Kasus perdatanya ditolak, tetapi 9 dakwaan terkait penolakannya untuk berdiri di ruang sidang diperiksa oleh Hakim Carolyn Huntsman di Downing Center Local Court.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sidang vonis Rabu (11/7/2018), Moutiaa memasuki ruang sidang beberapa menit sebelum Hakim Carolyn Huntsman dan berdiri di depan kursinya, bukan mendudukinya.

Saat petugas pengadilan memberikan instruksi diam dan berdiri, semua yang hadir pun berdiri menyambut kedatangan hakim termasuk Moutiaa yang memang sudah berdiri.

Sudah menjadi aturan protokol persidangan untuk menundukkan diri kepada hakim jika sedang masuk atau meninggalkan ruang sidang.

Baca juga: Suriah Cari Bantuan dalam Upaya Penggalian Kuburan Massal Korban ISIS

Dalam vonisnya, Hakim Huntsman mengatakan terdakwa berulang kali dan dengan sengaja tidak berdiri menyambut hakim dan dengan begitu menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pengadilan dan hakim.

"Saya berpendapat bahwa perbuatan itu penting," katanya.

"Penting bukan karena itu tidak mengganggu persidangan. Yang jadi masalah adalah ketidakhormatan," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.