Kompas.com - 10/07/2018, 17:14 WIB
Catherine II, kaisar perempuan Rusia yang berkuasa pada 1762 hingga 1796. (Wkipedia) Catherine II, kaisar perempuan Rusia yang berkuasa pada 1762 hingga 1796. (Wkipedia)

Catherine merupakan seorang pelindung seni, sastra dan pendidikan serta mendirikan koleksi seni yang sekarang menjadi Museum Hermitage.

Piagam untuk Bangsawan

Pemberontakan pada 1774-1775 yang dipimpin Yamelyan Pugachev mendapat dukungan besar di wilayah barat Rusia sampai dipadamkan oleh tentara Rusia.

Catherine menyadari ketergantungannya yang besar pada kaum bangsawan untuk mengendalikan negara dan menghasut serangkaian reformasi yang memberi mereka kendali lebih besar atas tanah dan budak mereka.

"Piagam untuk Bangsawan" yang terbit pada 1785 menjamin hak-hak istimewa mereka.

Oleh karena itu, Catherine tidak menghiraukan perhatian apa pun yang mungkin dia miliki sebelumnya untuk penderitaan para budak.

Pada pertengahan 1790-an, Catherine telah menikmati beberapa dekade sebagai penguasa absolut Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dia memiliki hubungan yang renggang dengan putranya sekaligus penerus takhta, Paul. Kendati demikian, dia menikmati kehidupan sebagai seorang nenek dan begitu menyayangi cucu tertuanya, Alexander.

Kematian

Pada pertengahan November 1796, Catherine ditemukan pingsan di lantai kamar mandinya. Dia diperkirakan mengalami stroke.

Catherine hanya dapat bertahan sampai malam berikutnya, tetapi tidak pernah sadar. Dia meninggal pada 17 November 1796.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Muammar Gaddafi, Diktator Libya yang Digulingkan

Di Istana Musim Dingin, peti matinya terletak di sebelah mendiang suaminya, Peter III. Putranya, Paul, memerintahkan agar jenazah ayahnya untuk ditempatkan di sana.

Paul ingin memberi sang ayah sebuah pemakaman yang terhormat, yang belum pernah diterima setelah peristiwa pembunuhannya. Catherine II dan Peter III keduanya dimakamkan di Katedral St Peter dan St Paul.

Para sejarawan mengkritiknya karena tidak memperbaiki kehidupan para budak, yang mewakili mayoritas penduduk Rusia.

Namun, Catherine membuat beberapa kontribusi signifikan bagi Rusia, seperti membawa reformasi pendidikan dan kesenian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.