Kompas.com - 10/07/2018, 17:14 WIB

KOMPAS.com - Puncak pimpinan Kekaisaran Rusia pernah ditempati oleh Catherine II, seorang maharani atau kaisar perempuan pada akhir abad ke-18.

Dengan menggulingkan suaminya, Kaisar Peter III, dia berkuasa atas Rusia selama lebih dari 30 tahun.

Di bawah pemerintahannya, Catherine yang Agung memperluas wilayah kekuasaan Rusia sampai ke Krimea dan banyak daerah di Polandia. Selain itu, dia memodernkan budaya melalui seni dan pendidikan.

Kehidupan awal

Catherine yang Agung atau Yekaterina Velikaya (dalam bahasa Rusia) lahir dengan nama Sophie Friederika Auguste di Prussia (sekarang Szczecin di Polandia) pada 2 Mei 1729.

Dia merupakan putri seorang pangeran Jerman yang papa, Christian August von Anhalt-Serbst. Dia mendapat keberuntungan karena garis keturunan ibunya yang sangat dihormati.

Pada 1744, Sophie yang berusia 15 tahun diundang ke Rusia oleh Czarina Elizabeth, putri dari Kaisar Rusia Peter yang Agung.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Steve Irwin, Sang Crocodile Hunter

Elizabeth yang tidak menikah dan tidak punya anak memilih keponakannya, Peter, sebagai pewaris takhta setelah dirinya, dan dia sedang mencari calon istri untuk Peter.

Peter dan Sophie menggelar pernikahan pada 21 Agustus 1745, ketika dia berusia 16 tahun. Dia mengubah namanya menjadi Catherine setelah diterima di Gereja Ortodoks Rusia.

Setelah bertahun-tahun tidak memiliki anak, Catherine akhirnya melahirkan seorang putra bernama Paul pada 20 September 1754.

Namun, ayah biologis putranya menjadi bahan perdebatan besar di kalangan sarjana. Beberapa mengklaim, ayah Paul yang sebenarnya adalah Sergei Saltykov, seorang bangsawan Rusia dan anggota pengadilan.

Selanjutnya, Catherine memiliki tiga anak. Kendati demikian, pernikahan keduanya tidak bahagia.

Lukisan yang menggambarkan penggulingan Tsar Peter III di Istana Musim Dingin, Rusia. (Wikipedia) Lukisan yang menggambarkan penggulingan Tsar Peter III di Istana Musim Dingin, Rusia. (Wikipedia)
Kaisar Peter III digulingkan

Maharani Elizabeth mangkat pada Januari 1762 sehingga suami Catherine, Peter, melanjutkan takhta kekaisaran Rusia dan dinobatkan sebagai Kaisar Peter III.

Dengan begitu, Catherine menjadi permaisuri. Kaisar Peter III yang baru memimpin ingin mengambil kebijakan fantastis dengan mengakhiri perang Rusia dengan Prussia.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Thomas Jefferson, Penulis Naskah Proklamasi AS

Namun, tidakan seperti itu terbukti sangat tidak populer bagi militer Rusia.

Tsar Peter III juga mengeluarkan program reformasi domestik liberal yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan kaum miskin. Kelompok yang tidak menyukai keputusan Peter, kemudian berpaling pada Catherine.

Ketika ketegangan meningkat, rencana menggulingkan Peter semakin menguat. Konspirasi dibentuk pada Juli 1762. Dengan bergerak cepat, Catherine mendapat dukungan dari resimen militer paling kuat.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.