Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2018, 09:18 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Menyusul langkah menteri lainnya, Boris Johnson mundur sebagai menteri luar negeri Inggris pada Senin (9/7/2018) karena keputusan kabinet pemerintah dalam negosiasi Brexit.

Dalam surat pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May, dia menyampaikan bahwa impian Brexit sedang sekarat.

"Brexit seharusnya tentang kesempatan dan harapan. Itu semestinya menjadi sebuah peluang untuk melakukan hal berbeda, yang lebih gesit dan dinamis," tulisnya, seperti diwartakan AFP.

Baca juga: PM Inggris: Brexit Tetap Terjadi di 2019

Dia menambahkan, Brexit atau British Exit yaitu keluarnya Inggris dari Uni Eropa harus memaksimalkan keuntungan istimewa sebagai negara terbuka, yang memandang ekonomi global secara luas.

"Impian itu sedang sekarat, tercekik oleh keraguan diri yang tidak perlu," katanya.

Dia menyatakan, Inggris sedang menuju posisi "semi Brexit", dengan sebagian besar ekonomi masih terkunci dalam sistem Uni Eropa tanpa kendal atas sistem itu.

Menanggapi hal tersebut, May mengatakan Menteri Kesehatan Inggris Jeremy Hunt akan menggantikan posisi Johnson.

"Ratu telah menyetujui penunjukan Jeremy Hunt sebagai Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran," demikian pernyataan dari kantor perdana menteri Inggris.

Sebelumnya, Menteri Brexit David Davis juga mengundurkan diri pada Minggu (8/7/2018) malam.

Baca juga: Efek Brexit, Warna Paspor Inggris Bakal Berganti

Mundurnya Davis terjadi dua hari setelah kabinet menyetujui rencana untuk mempertahankan keselarasan yang kuat dengan Uni Eropa, bahkan ketika Inggris meninggalkan blok itu.

May menunjuk Dominic Raab sebagai menteri Brexit yang baru. Sementara itu, wakil menteri Brexit Steve Baker juga mundur atas keputusan yang diambil oleh May terkait Brexit.

Pada Jumat lalu, May mengumumkan bahwa kabinetnya menyetujui rencana untuk mengikuti peraturan Uni Eropa di bidang perdagangan dalam negosiasi Brexit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN,AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.