Festival 100 Balon Udara Warnai 100 Tahun Kemerdekaan Lituania

Kompas.com - 08/07/2018, 10:18 WIB
Balon udara terbang di atas kota Kaunas, Lituania, pada Sabtu (7/7/2018) dalam festival Wind of Freedom untuk menandai usia kemerdekaan negara tersebut yang memasuki usia 100 tahun. (AFP/Petras Malukas) Balon udara terbang di atas kota Kaunas, Lituania, pada Sabtu (7/7/2018) dalam festival Wind of Freedom untuk menandai usia kemerdekaan negara tersebut yang memasuki usia 100 tahun. (AFP/Petras Malukas)

KAUNAS, KOMPAS.com - Sebanyak 100 balon udara melayang di atas kota Kaunas, Lituania, pada Sabtu (7/7/2018) untuk menandai 100 tahun kemerdekaan negara yang terletak di kawasan Baltik itu.

Dalam festival "Wind of Freedom" sebanyak 100 balon udara tersebut berasal dari seluruh dunia.

"Festival balon udara pertama pada 1988 selama masa Soviet ketika menerbangkan balon secara resmi dilarang, tetapi tidak ada yang bisa menahan kami," kata panitia festival balon udara Gintaras Surkus kepada AFP.

Baca juga: Lituania Desak UE Hapus Waktu Musim Panas


Terlihat, ada satu balon yang mengibarkan bendera nasional sepanjang 100 meter. Sementara, balon udara lainnya memiliki banyak bentuk, termasuk hati dan kucing.

Lukas Mikelevic, seorang mahasiswa psikologi berusia 23 tahun yang juga seorang pilot balon dan pesawat, menilai balon udara dikaitkan dengan gagasan kebebasan.

"Begitu banyak balon yang lepas landas dari pusat kota," ucapnya.

Para turis dari Polandia, Latvia, Estonia, dan China juga datang untuk turut menerbangkan balon udara di Kaunas.

Sampai Perang Dunia I, Lituania adalah merupakan provinsi kekaisaran Rusia. Kekaisaran tersebut berusaha untuk menghancurkan nasionalisme dan bahkan melarang alfabet Lituania.

Dewan Lituania menyatakan kemerdekaan pada 16 Februari 1918, ketika negara itu masih di bawah pendudukan Jerman.

Pernah terlibat perang singkat dengan Bolshevik dan Polandia, kemudian Lituania mendapat pengakuan internasional di tahun-tahun berikutnya.

Lituania modern adalah negara merdeka yang melalui dua Perang Dunia. Kemudian, Uni Soviet menginvasi pada 1940, lalu Nazi Jerman menyerbu pada 1941, dan Soviet kembali menguasai negara itu pada 1944.

Baca juga: Balon Udara Jatuh di Pulau Jeju, Tewaskan Pilot dan Lukai 12 Turis

Pendukung demokrasi meluncurkan gerakan kemerdekaan pada 1980-an yang akhirnya menjadikannya sebagi negara republik Soviet pertama yang mendeklarasikan kemerdekaan pada Maret 1990.

Lituania akhirnya mendapatkan pengakuan dari Moskwa, setelah kudeta yang gagal oleh kelompok garis keras di ibu kota Soviet pada Agustus 1991.

Pada 2004, Lituania masuk keanggotaan UE dan NATO. Pada 2015, negara Baltik yang terdiri dari 2,9 juta penduduk itu mengadopsi mata uang euro.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X