Menlu AS Sebut Pembicaraan Denuklirisasi dengan Korut Produktif

Kompas.com - 07/07/2018, 20:27 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018). AFP/ANDREW HARNIKMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo mengakhiri kunjungannya ke Korea Utara ( Korut) Sabtu ini (7/7/2018).

Sejak Jumat (6/7/2018), Pompeo ke Pyongyang untuk membicarakan komitmen denuklirisasi menyeluruh yang sudah disepakati Korut.

Setelah dari Korut, Pompeo bakal terbang ke Tokyo, Jepang, dan menggelar pertemuan dengan Menlu Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Baca juga: Ke Korut, Menlu AS Bahas Komitmen Denuklirisasi Kim Jong Un

Media Korsel Yonhap memberitakan, Pompeo bertemu dengan Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh sekaligus tangan kanan Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yong Chol.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam, Kim Yong Chol berkelakar pembahasan denuklirisasi yang dilakukan Jumat pasti membuat Pompeo kurang tidur.

"Tidak, saya tidur dengan cukup nyenyak," kata menlu berumur 54 tahun itu yang melanjutkan dia berniat untuk mengklarifikasi beberapa hal.

"Sama, kami juga berniat untuk mengklarifikasi sejumlah poin kesepakatan juga," balas Kim Yong Chol. Tidak jelas klarifikasi apa yang dibahas mereka.

Diwartakan AFP, sebelum bertolak ke Jepang, Pompeo mengatakan pembicaraan membahas proses denuklirisasi sangat produktif.

Politisi asal California itu menawarkan beberapa detil bagaimana pelucutan senjata nuklir yang harus dilakukan Korut sebagai ganti jaminan keamanan AS.

Mantan direktur badan intelijen pusat AS (CIA) itu mengakui ada beberapa isu yang menjadi kendala bagi kedua belah pihak.

"Namun, kami mencapai kemajuan untuk isu-isu utama. Sementara yang lain masih harus mendapat diskusi lebih lanjut," kata Pompeo.

Pompeo datang untuk menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada 12 Juni lalu.

Dalam pertemuan bersejarah tersebut, Kim sepakat untuk melaksanakan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.

Sebagai tanggapannya, Trump mengumumkan bakal menghentikan latihan militer gabungan dengan Korsel yang dilaksanakan secara rutin.

Baca juga: Korea Utara Peringatkan Jepang Tak Campuri Urusan Denuklirisasi



Sumber Yonhap,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X