Kompas.com - 07/07/2018, 16:51 WIB

Aksi penyamaran Cohen boleh dikatakan sebagai kesuksesan sekaligus kegagalan terbesar yang pernah diterima oleh Mossad.

Lahir sebagai Yahudi di Mesir, Cohen pindah ke Israel pada 1957, dan kemudian bergabung dengan Mossad tiga tahun berselang.

Dia kemudian mendapat tugas menyusup ke Suriah dengan menyamar sebagai pebisnis Suriah sukses yang baru saja pulang dari Argentina.

Dia berteman dengan sejumlah petinggi Suriah, dan sering mengajak mereka ke apartemennya di mana dia menjamu pejabat itu dengan alkohol dan gadis penghibur.

Baca juga: Masuk Tunisia Pakai Paspor Bosnia, Agen Mossad Bunuh Teknisi Hamas

Dari para pejabat itu, Cohen kemudian menerima beragam informasi soal gosip di parlemen hubungan Suriah dengan Uni Soviet, hingga di mana saja markas militernya.

Karena tekanan dari Tel Aviv, ditambah dengan rasa percaya diri yang kelewat tinggi, Cohen melakukan sebuah kesalahan besar.

Di saat menyiarkan informasi yang dia dapat melalui kode morse, gelombang radionya tak sengaja mengganggu jaringan yang digunakan kepala staf komando militer Suriah.

Gangguan itu membuat militer Suriah melacak sumber radio itu, yang membawa mereka ke apartemen tempat Cohen berada.

Dia ditangkap, diinterogasi, disiksa dengan brutal hingga berujung kepada eksekusi mati. Israel telah berusaha agar Suriah tidak menggantungnya.

Mereka melakukan usaha diplomatik hingga menawarkan uang dalam jumlah besar. Namun, usaha itu tidak menggoyahkan Damaskus untuk mengeksekusi Cohen.

Setelah proses eksekusi, jenazahnya dibiarkan tergantung selama beberapa jam sebagai peringatan kepada warga yang menonton.

Israel kemudian meminta agar Suriah bersedia mengembalikan jenazah Cohen. Namun, Suriah berulang kali menolak permintaan itu.

Di bawah kendali Kepala Mossad saat itu, Meir Dagan, dinas rahasia itu mulai melancarkan operasi untuk membawa jenazah Cohen.

Awalnya mereka mendengar Cohen dimakamkan di sebuah pemakaman Yahudi di Damaskus. Namun, ketika mereka di sana, jenazah itu tidak ada.

Intelijen Suriah berkali-kali memindahkan jenazah itu hingga Mossad menyimpulkan, bahkan pejabat Suriah tidak tahu di mana kuburan Cohen berada.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata Mossad, Dokter di Iran Diganjar Hukuman Mati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.