Negara Bagian Terpadat di India Larang Penggunaan Plastik

Kompas.com - 06/07/2018, 18:44 WIB
Berbagai macam dan warna kantong plastik THINKSTOCK.COMBerbagai macam dan warna kantong plastik

LUCKNOW, KOMPAS.com - Negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, mengumumkan larangan penggunaan plastik mulai 15 Juli 2018. Uttar Pradesh merupakan negara bagian yang menjadi rumah bagi 220 juta penduduk.

Seperti diketahui, Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji akan menjadikan India sebagai negara bebas plastik sekali pakai pada 2022.

Mayoritas dari 29 negara bagian India telah menerapkan larangan penuh atau sebagian terhadap penggunaan plastik.

Baca juga: Kelompok Militan Al-Shabaab Larang Penggunaan Tas Plastik

Kendati demikian, undang-undang tersebut jarak ditegakkan. Sejak 2015, Uttar Pradesh berupaya mengimplementasikan larangan tersebut, tapi ditolak oleh pemerintah setempat.

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan larangan menyeluruh terhadap plastik di negara bagian mulai 15 Juli," kata menteri utama Uttar Pradesh, Yogi Adityanath.

"Saya mendorong semua orang untuk berhenti menggunakan cangkir plastik, gelas plastik, dan kantong plastik, mulai 15 Juli. Saya meminta dukungan Anda agar membuat larangan itu berhasil," ucapnya.

Seperti di negara bagian lain di India, polusi plastik telah menjadi penyumbang utama pencemaran sungai-sungai di Uttar Pradesh. Wilayah perkotaan juga sering dipenuhi dengan kantong plastik dan botol.

Pemerintah India bahkan telah menyatakan daerah di sekitar Taj Mahal, di Uttar Pradesh, menjadi zona bebas-plastik.

Bulan lalu, larangan penggunaan plastik sekali pakai mulai berlaku di negara bagian Maharashtra yang berpenduduk 110 juta. Maharashtra merupakan rumah bagi ibu kota komersial India, Mumbai.

Sekitar 250 pejabat mengenakan seragam biru dan dijuluki "regu anti-plastik" telah dikerahkan untuk melakukan inspeksi terhadap restoran dan toko-toko di Mumbai.

Baca juga: Masih Pakai Plastik, McDonalds dan Starbucks Mumbai Dijatuhi Denda

Namun, ada banyak upaya lobi yang dilaporkan, termasuk dari perusahaan multinasional yang telah berhasil menyempitkan peraturan.

India menghasilkan sekitar 5,6 juta ton sampah plastik setiap tahun. Plastik juga telah ditemukan di dalam perut sapi di India.

Laporan PBB memperingatkan, planet Bumi mungkin dipenuhi dengan 12 miliar ton sampah plastik pada pertengahan abad ini.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X