Kompas.com - 06/07/2018, 15:58 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018). AFP/ANDREW HARNIKMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dilaporkan sudah tiba di Korea Utara (Korut).

Kedatangan Pompeo adalah untuk memastikan kembali komitmen denuklirisasi yang dibuat oleh Korut selepas pertemuan 12 Juni lalu.

Dilaporkan AFP Jumat (6/7/2018), setibanya di Pyongyang, Pompeo disambut pejabat senior Korut Kim Yong Chol, dan Menlu Ri Yong Ho.

Baca juga: Korea Utara Peringatkan Jepang Tak Campuri Urusan Denuklirisasi

Total, ini merupakan kedatangan ketiga Pompeo ke Korut sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari 2017 lalu.

Adapun kunjungan ini adalah kedatangan kedua yang dilakoni Pompeo sejak dia dilantik sebagai menlu pada 26 April lalu.

Kepada awak media saat di Jepang, Pompeo berkata Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un telah berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi utuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, dia diberi tugas menegosiasikan rencana yang bisa membuat Kim benar-benar mengumumkan penghentian program senjata nuklir, dan tenggat waktu pelaksanaan.

"Di kunjungan ini, saya bermaksud mencari detil komitmen dan melanjutkan momentum implementasi yang dijanjikan dua pemimpin," tutur Pompeo.

"Saya harap Republik Rakyat Demokratik Korea juga siap untuk meneruskan komitmen tersebut," lanjutnya merujuk kepada nama resmi Korut.

Mantan direktur badan intelijen pusat (CIA) itu menegaskan Washington bakal meneruskan sanksi dan tekanan ekonomi kepada Korut.

Sebab, dia yakin sanksi ekonomi tersebut berhasil memaksa negara komunis tersebut untuk melakukan perundingan di Singapura.

Setelah dari Korut, Pompeo bakal bertolak menuju Tokyo, Jepang, dan bakal menggelar pertemuan dengan Menlu Taro Kono dan Menlu Korea Selatan (Korsel), Kang Kyung Wha.

Baca juga: AS Bakal Beri Korut Tenggat Waktu Lakukan Denuklirisasi



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.