Kompas.com - 05/07/2018, 22:37 WIB
Foto tertanggal 14 Juni 2017 yang dirilis oleh Misi Teknis Belgia (MTB) pada April 2018, menunjukkan penyelam yang memegang artefak yang ditemukan di dasar Danau Titicaca di Bolivia. AFP / BELGIAN TECHNICAL MISSION - MTBFoto tertanggal 14 Juni 2017 yang dirilis oleh Misi Teknis Belgia (MTB) pada April 2018, menunjukkan penyelam yang memegang artefak yang ditemukan di dasar Danau Titicaca di Bolivia.

LAKE TITICACA, KOMPAS.com - Pemerintah Bolivia berencana membangun sebuah museum bawah air di Danau Titicaca, menyusul temuan ribuan artefak yang tersimpan di dasar danau.

"Danau ini akan menjadi kompleks wisata sekaligus pusat penelitian arkeologi, geologi dan biologi, serta akan menjadi satu-satunya di dunia," kata Menteri Kebudayaan Bolivia, Wilma Alanoca, Selasa (3/7/2018).

Diperkirakan pembangunan museum itu akan menelan biaya hingga 10 juta dollar atau sekitar Rp 143 miliar. Nantinya, pemerintah Bolivia bakal bekerja sama dengan agen pengembang asal Belgia, Enabel dan juga UNESCO.

Kedua pihak asing tersebut akan berkontribusi dalam proyek sebesar 2 juta dollar (sekitar Rp 28 miliar).

Baca juga: Di Museum Jerman, Hologram Ungkap Misteri Di Balik Mumi

Museum nantinya akan dibangun di dekat kota San Pedro de Tiquina, sekitar 100 kilometer dari ibu kota La Paz.

Melansir dari AFP, Danau Titicaca yang terletak di pegunungan Andes dan menjadi danau terluas kedua di Amerika Selatan dianggap sebagai lokasi keramat oleh warga setempat.

Menurut legenda dan kepercayaan lokal, di danau tersebut muncul Manco Capac, putra dari Dewa Matahri, bersama dengan istrinya Mama Ocllo.

Manco Capac menjadi salah satu tokoh utama dalam mitologi Inca yang dipercaya sebagai pendiri kota Cusco di Peru, yang menjadi ibu kota kekaisaran Inca pada abad ke-13 hingga abad ke-16.

Danau Titicaca memiliki luas 8.500 kilometer persegi dan membentang antara perbatasan Bolivia dengan Peru.

Terletak di pegunungan Andes pada ketinggian lebih dari 3.800 meter di atas permukaan laut dan menjadi danau air tawar tertinggi di dunia.

Dalam penggalian terbaru yang dilakukan di danau tersebut ditemukan hingga 10.000 artefak, terdiri dari peralatan yang bebahan tulang, keramik dan logam, serta sisa-sisa manusia dan hewan.

Benda-benda tersebut diperkirakan berasal dari masa tahun 300 hingga 1570.

Baca juga: Masuki Dunia Mimpi dalam Museum Digital di Jepang



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X