Militer Zimbabwe Berjanji Tetap Netral dalam Pemilu Presiden

Kompas.com - 05/07/2018, 21:35 WIB
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat melakukan inspeksi pasukan militer saat perayaan Hari Kemerdekaan Zimbabwe di Harare, 18 April 2018. AFP / JEKESAI NJIKIZANAPresiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat melakukan inspeksi pasukan militer saat perayaan Hari Kemerdekaan Zimbabwe di Harare, 18 April 2018.

HARARE, KOMPAS.com - Militer Zimbabwe menegaskan akan bersikap netral dalam pemilihan umum yang akan dilangsungkan pada 30 Juli mendatang.

Penegasan tersebut menyusul semakin dekatnya waktu pemilihan dan pengawasan ketat yang kini tertuju pada militer, setelah tergulingnya pemerintahan Robert Mugabe pada November lalu yang melibatkan mobilisasi kekuatan tentara.

Peringatan juga disampaikan pihak oposisi yang menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan yang tak adil.

Pemilihan presiden sebelumnya yang digelar di bawah pemerintahan Mugabe juga telah dirusak oleh kekerasan dan intimidasi yang sering diduga melibatkan pasukan keamanan.


Baca juga: Presiden Zimbabwe Optimis Pemilu akan Tetap Berlangsung Damai

"Pasukan Pertahanan Zimbabwe (ZDF) tidak memiliki peranan langsung dalam pemilihan yang akan datang," kata juru bicara militer, Overson Mugwisi kepada media dalam konferensi pers di Harare.

"Kami terganggu dengan laporan palsu yang menuduh bahwa Pasukan Pertahanan Zimbabwe akan dimanfaatkan oleh Zanu-PF untuk mencurangi suara yang diumumkan," lanjutnya.

Sementara dari pihak oposisi, Partai Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan yang tak adil.

Pemimpin MDC Nelson Chamisa mengungkapkan keraguan atas kinerja Komisi Pemilihan Zimbawe. Dia bahkan menyerukan agar pemilihan dijalankan oleh badan asing.

"Kami tidak akan mengikuti pemilihan yang diwarnai persekongkolan. Kami mempertimbangkan untuk meminta kepada Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC) dan Uni Afrika (UA) untuk mengambil alih pemilihan," kata Chamisa.

Partai oposisi menuduh komisi pemilihan telah dijalankan oleh banyak staf yang juga pendukung rezim berkuasa dan mendesak mereka untuk menyimpan dan mendistribusikan kertas suara dengan lebih transparan.

Baca juga: 23 Orang Daftar Jadi Capres Zimbabwe, Termasuk Mnangagwa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X