Palestina: Pangkas Tunjangan bagi Tahanan, Israel seperti Deklarasikan Perang

Kompas.com - 04/07/2018, 19:34 WIB
Seorang warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel di situs Kota Tua Yerusalem Jumat (22/12/2017). Protes Jumat merupakan rangkaian aksi Hari Kemurkaan pasca-pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menahem Kahana/AFPSeorang warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel di situs Kota Tua Yerusalem Jumat (22/12/2017). Protes Jumat merupakan rangkaian aksi Hari Kemurkaan pasca-pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Otoritas Palestina secara tegas mengecam langkah Israel yang ingin memangkas tunjangan bagi warganya yang ditahan di penjara Israel dan keluarga mereka yang dibunuh oleh pasukan Israel.

"Ini adalah bentuk pendeklarasian perang terhadap rakyat Palestina dan pejuang kemerdekaan serta tahanan mereka yang telah berkorban demi Yerusalem dan pembentukan negara Palestina merdeka," kata juru bicara otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeinah dilansir kantor berita Wafa.

Pada Senin (2/7/2018) lalu, Parlemen Israel, Knesset, telah meloloskan rancangan undang-undang yang akan memungkinkan pemotongan dana kepada Otoritas Palestina dari sejumlah uang yang dibayarkan kepada para tahanan dan keluarga martir Palestina.

Melansir dari Middle East Monitor, dana yang dipotong tersebut nantinya akan dialokasikan sebagai dana yang ditujukan untuk membantu para korban akibat serangan yang dilancarkan Palestina.

Baca juga: Ribuan Perempuan dan Anak-anak Palestina Berbaris Dekat Perbatasan Gaza

Menanggapi kebijakan itu, melalui juru bicaranya, Palestina memperingatkan akan mengambil keputusan kritis jika Israel benar-benar memberlakukan undang-undang tersebut.

"Isu ini dianggap sebagai salah satu garis merah yang tidak boleh dilanggar siapa pun," kata Rudeinah.

Di bawah Kesepakatan Oslo, yang ditandatangani pada 1993 antara Israel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Israel dapat mengumpulkan hingga 175 juta dolar setiap bulannya dalam pajak impor dan ekspor yang dilakukan warga Palestina atas nama Otoritas Palestina.

Pendapatan pajak tersebut menjadi sumber penghasilan utama dari Otoritas Palestina.

Pembicaraan damai antara Palestina dengan Israel yang disponsori AS telah runtuh pada 2014 setelah Israel menolak menghentikan pembangunan permukiman di wilayah-wilayah pendudukan.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv pada Mei lalu.

Baca juga: Tak Hiraukan Ancaman Penembak Jitu, Warga Palestina Menari di Perbatasan Gaza



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X