Setengah dari 13 Juta Rakyat Korut Menderita Kekurangan Makanan

Kompas.com - 04/07/2018, 14:06 WIB
Aktivis pembelot Korea Utara melemparkan botol-botol berisi beras, uang dan USB dari Pulau Ganghwa, barat Seoul, Selasa (1/5/2018). Kegiatan itu dilakukan secara rutin dengan harapan bisa terbawa arus hingga ke negeri asal mereka dan mengubah cara berpikir rakyat Korea Utara yang selama ini terbelenggu. AFP PHOTO/ED JONESAktivis pembelot Korea Utara melemparkan botol-botol berisi beras, uang dan USB dari Pulau Ganghwa, barat Seoul, Selasa (1/5/2018). Kegiatan itu dilakukan secara rutin dengan harapan bisa terbawa arus hingga ke negeri asal mereka dan mengubah cara berpikir rakyat Korea Utara yang selama ini terbelenggu.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Departemen Agrikultur Amerika Serikat (AS) melaporkan, setengah dari rakyat Korea Utara ( Korut) menderita kekurangan makanan.

Chosun Ilbo melaporkan Rabu (4/7/2018), lembaga think tank di departemen itu merilis data 54,1 persen dari total 13,71 juta warga Korut kekurangan makanan tahun ini.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Organisasi Pangan dan Agrikultur milik PBB ( FAO) yang memasukkan Korut ke 39 negara yang butuh bantuan pangan.

Baca juga: Kelaparan, Tentara Korut Dilaporkan Jarah Makanan di Rumah Warga

Dilansir KBS World merujuk pada data 2017, kekurangan air dan sanksi internasional turut andil membuat stok pangan di Korut menipis.

FAO memperkirakan, negara pimpinan Kim Jong Un itu membutuhkan bantuan makanan sebesar 641.000 ton makanan, naik 180.000 ton dibanding tahun lalu.

Penghitungan tersebut didasarkan kepada asumsi bahwa seseorang butuh 2.100 kalori setiap harinya agar tetap sehat.

Dalam 10 ke depan, departemen itu memperkirakan ada sekitar 11,58 rakyat Korut yang masih mengalami kekurangan makanan.

"Cuaca yang mulai normal mungkin menaikkan jumlah panen setelah dalam tiga tahun terakhir menyusut," demikian laporan dari Departemen Agrikultur.

Namun, meski cuaca normal dan hasil panen meningkat, masih ada 43,7 persen warga Korut yang masih terancam kekurangan makanan di 2028.

Adapun kasus terburuk di Asia terjadi di Yaman. Di mana ada 86 persen rakyat yang sangat butuh impor makanan karena konflik.

Baca juga: Dua Juta Pengungsi di 10 Negara Afrika Kekurangan Pangan Akut



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X