Kompas.com - 04/07/2018, 11:58 WIB
Aktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018). AFP / MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICAAktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018).

PENTAGON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat era Presiden Donald Trump meminta militer untuk membantu menampung ribuan migran, termasuk anak-anak yang secara ilegal menyeberangi perbatasan.

Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon menilai, permintaan tersebut bukanlah hal baru.

"Kementerian Pertahanan punya sejarah panjang memberikan bantuan kepada mitra antar-lembaga kami untuk menyelesaikan misi mereka," kata juru bicara Pentagon Tom Crosson, kepada VOA News, Selasa (3/7/2018).

Baca juga: Kembali Jenguk Migran Anak, Melania Trump Tak Pakai Jaket Kontroversial

Lalu, kenapa meminta bantuan Pentagon? Kemenhan AS memang memiliki banyak lahan di seluruh negeri. Tapi, itu bukan satu-satunya alasan ruang militer dipilih untuk menampung migran.

Tempat penampungan migran pada umumnya harus tunduk pada ketentuan perizinan negara. Sementara, fasilitas yang masuk dalam properti federal, termasuk pangkalan militer, mendapat pengecualian.

Dengan begitu, otoritas terkait tidak perlu melewati proses perizinan selama berbulan- bulan.

Pada masa pemerintahan Barack Obama, militer menampung hampir 16.000 migran di lima pangkalan militer, setelah mereka ditahan oleh Patroli Perbatasan AS.

Salah seorang asisten kementerian kesehatan era Obama, Mark Greenberg, menyatakan kementeriannya saat itu kerap meminta beberapa kali bantuan dari Pentagon akibat meningkatnya jumlah migran anak di perbatasan.

"Ada sekitar 2.000 hingga 3.000 migran anak setiap bulannya, kemudian naik menjadi 10.000 anak per bulan," ucapnya.

Lebih dari 11.000 migran anak menyeberangi perbatasan AS secara ilegal. Kini, mereka berada di 100 unit penampungan sementara yang tersebar di 14 negara bagian.

Baca juga: Dua Pangkalan Militer AS di Texas Siap Tampung Migran

Ketika sudah penuh, maka diperlukan tempat penampungan tambahan.

"Dari sejumlah pemberitaan, masyarakat kadang berpikir kami menghadapi peningkatan migran. Faktanya, jumlah itu menurun menjadi yang terendah pada 2017 sejak 1971," kata Greenberg.

Pada tahun 2000, jumlah migran ilegal yang masuk ke AS tercatat mencapai 1,6 juta. Jumlah tersebut menurun menjadi 304.000 pada tahun lalu.



Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X