Najib Razak Jadi Mantan PM Malaysia Pertama yang Diseret ke Pengadilan

Kompas.com - 04/07/2018, 08:50 WIB
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan) Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di pengadilan pada Rabu (4/7/2018) untuk menghadapi persidangan terkait penggelapan dana publik.

Pria berusia 64 tahun itu disebut sebagai mantan perdana menteri Malaysia yang pertama diseret ke meja hijau.

"Najib adalah perdana menteri (mantan) pertama yang pernah dituntut di pengadilan sepanjang sejarah Malaysia," kata Tian Chua, wakil presiden Parti Keadilan Rakyat, partai politik penting dalam koalisi yang berkuasa saat ini.

"Ini menandakan era baru, di mana tidak seorang pun di kantor publik akan kebal dari tindakan hukuman jika mereka menyalahgunakan kekuasaan," tambahnya.

Baca juga: Najib Razak Ditangkap Polisi Anti-korupsi di Rumahnya

Najib yang tampak lelah dikawal oleh sekitar 20 petugas polisi ke ruang sidang dengan keamanan ketat. Dia dibawa ke pengadilan kurang dari sehari, setelah dia ditangkap di rumah mewahnya.

Kantor berita negara Malaysia, Bernama, mewartakan Najib diperkirakan akan menghadapi lebih dari 10 dakwaan sehubungan dengan penyalagunaan kekuasaan terkait SRC International Sdn Bhd.

SRC adalah sebuah perusahaan energi yang awalnya merupakan anak perusahaan dari 1MDB.

Berdasarkan investigasi dari Wall Street Journal, ada 10,6 juta dollar AS yang berasal dari SRC ditranfer ke rekening pribadi Najib.

Jumlah itu hanya sebagian dari ratusan juta dollar AS dari perusahaan 1MDB yang diduga mengalir ke rekeningnya.

Bernama melaporkan, Jaksa Agung Tommy Thomas akan memimpin tim penuntut.

Seperti diketahui, Najib dan sekutu-sekutunya dituduh menjarah miliaran dolar dari 1MDB untuk membeli banyak aset, mulai dari real estate di AS hingga karya seni.

Baca juga: Liku-liku Skandal Korupsi yang Menerpa Mantan PM Malaysia

Tak lama setelah turun dari kursi nomor satu di Malaysia, "harta karun" Najib disita dalam penggerebekan di sejumlah properti milik dia dan keluarganya, termasuk uang tunai, perhiasan, dan tas mewah.

Sebelum menghadapi tuntutan di pengadilan, Najib menghabiskan satu malam di markas besar Komisi Anti- korupsi Malaysia (MACC).

"Sekarang kasusnya memasuki proses peradilan dan hukum yang mengambil langkah selanjutnya," kata Oh Ei Sun, dari lembaga think-tank Malaysia, Pasific Research Center.



Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X