Kompas.com - 03/07/2018, 21:43 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemerintah Irak mencatat ada setidaknya 833 anak-anak dari anggota asing kelompok teroris yang kini berada dalam tahanan mereka.

Baghdad menyerukan kepada negara-negara asal anggota asing kelompok teroris itu untuk dapat membawa pulang anak-anak tersebut ke negara asal mereka.

Menurut Komando Operasi Gabungan, yang mengkoordinasikan perang melawan ISIS, sebanyak 833 anak-anak anggota asing kelompok teroris itu berasal dari 14 negara.

"Kami meminta kepada setiap misi diplomatik di Irak untuk membawa kembali warga negara mereka yang menjadi anggota kelompok teroris dan telah memenuhi masa hukuman mereka."

Baca juga: Cegah ISIS Kembali, Irak Dirikan Pagar Kawat Berduri di Perbatasan Suriah

"Juga anak-anak mereka yang tidak ditahan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed Mahjoub, dilansir AFP, Selasa (3/7/2018).

"Pemerintah Irak telah menginformasikan hal ini kepada negara-negara yang warga negaranya ditahan. Kami telah berbicara dengan kedutaan Jerman, Azerbaijan, Rusia, dan negara-negara lainnya untuk membawa pulang warga negara mereka," tambahnya.

Data Human Rights Watch (HRW) mengatakan, undang-undang Irak mengizinkan untuk dijatuhkan hukuman kepada anak-anak sejak berusia sembilan tahun.

Anak-anak tersebut dapat dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena menjadi anggota ISIS dan hingga 15 tahun jika terlibat tindakan kekerasan.

Sumber diplomat Rusia di Moskwa mengatakan kepada AFP, setidaknya ada 70 perempuan Rusia yang telah diadili dan sekitar 100 anak-anak Rusia yang dipenjara di Irak.

"Kami telah berusaha membawa kembali anak-anak ini pulang ke Rusia setelah dapat mengidentifikasi mereka, karena hampir semua dar mereka tidak memiliki dokumen identitas," kata sumber itu.

Baca juga: Saat Anak-anak dari Pelaku Teror Dibelikan Baju Lebaran...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.