Kompas.com - 03/07/2018, 14:20 WIB

KENTUCKY, KOMPAS.com - Seorang perempuan asal Kentucky, Amerika Serikat, menjadi celaan netizen setelah foto dirinya yang berpose dengan seekor jerapah buruannya di Afrika Selatan beredar luas.

Dilansir dari USA Today, Senin (2/7/2018), Tess Thompson Talley (37) membunuh seekor jerapah hitam yang langka dalam kegiatan berburunya pada musim panas lalu, tepatnya Juni 2017.

"Doa-doa untuk impian sekali seumur hidup supaya bisa berburu terkabul pada hari ini," demikian ungkapan Talley di unggahan Facebook, yang sekarang sudah dihapus.

"Melihat jerapah hitam yang langka dan mengikutinya beberapa lama," lanjutnya.

Baca juga: Sutradara Film Asal Afrika Selatan Tewas Diseruduk Jerapah

"Saya tahu, dia adalah target. Usianya lebih dari 18 tahun, beratnya 1,8 ton, dan saya beruntung bisa dapat 900 kg dagingnya," tulis Talley.

Kepada Fox News, dia mengaku memburu hewan tersebut mengingat jumlahnya kian mengalami kenaikan karena sebagian digunakan sebagai buruan dan upaya konservasi.

Konservasi tersebut juga dibayar dengan mayoritas dana yang diperoleh dari perburuan besar.

"Jerapah ini tidak langka, melainkan usianya sangat tua. Jerapah menjadi lebih gelap seiring bertambahnya usia," katanya.

Perburuan merupakan praktik legal di sejumlah negara Afika, termasuk Afrika Selatan, Namibia, Zambia, dan Zimbabwe.

Talley mengatakan, jerapah yang dia buru sudah terlalu tua untuk berkembang biak. Dia juga pernah membunuh tiga ekor banteng karena alasan yang sama.

"Ini disebut konservasi melalui manajemen perburuan," ucapnya.

Baca juga: Leher Tersangkut Pohon, Seekor Jerapah di Kebun Binatang China Mati

Aksi Talley menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan pekerja seni seperti komedian sekaligus aktor Ricky Gervais.

"Jerapah sekarang berada dalam daftar merah dari kepunahan karena jumlahnya menurun 40 persen selama 25 tahun terakhir," kata pria yang juga menjadi aktivis hewan ini.

Hewan seperti kerbau, gajah, singa, dan gajah kerap menjadi target perburuan. Industri perburuan hewan liar bisa mencapai 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28,8 triliun per tahun.

Talley bukanlah orang AS pertama yang dikecam karena berburu. Pada 2015, seorang dokter gigi asal Minneapolis menjadi sasaran kemarahan publik karena membunuh singa terkenal di Zimbabwe bernama Cecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.