Kompas.com - 03/07/2018, 13:19 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan sukes melakukan uji coba terhadap senjata nuklir generasi terbaru.

Media Rusia RIA Novosti melaporkan Senin (2/7/2018), Angkatan Udara dan Kantor Keamanan Energi Nuklir (DOE/NNSA) telah merampungkan uji coba terhadap B61-12.

B61 merupakan bom termonuklir gravitasi taktis dengan panjang 3,56 meter, berbobot 320 kilogram, dan dikembangkan sejak 1963.

Baca juga: Arab Saudi Bakal Buat Bom Nuklir jika Iran Punya Senjata Serupa

Adapun 12 yang merupakan varian terbaru B61 mendapat tambahan panduan GPS dan rencananya bakal diproduksi antara 400-500 unit.

Bom yang diklaim merupakan program nuklir termahal Pentagon, berbiaya 11 miliar dolar AS, itu mempunyai kekuatan sekitar 50 kiloton.

Dilansir Hurriyet, AU dan DOE/NNSA menyelesaikan dua uji coba kualifikasi penerbangan non-nuklir pada 29 Juni lalu di situs Tonopah, Nevada.

Tes tersebut merupakan yang pertama, dan bertujuan untuk melihat apakah bom gravitasi itu bisa cocok ditempatkan di pesawat pembom generasi baru seperti B-2A Spirit Bomber.

Selain itu, bom nuklir tersebut rencananya bakal menjalani uji coba untuk dipasangkan di jet tempur generasi kelima AS, F-35.

Dalam pernyataan DOE/NNSA, bom B61-12 bakal menggantikan varian B61 antara lain Mod 3, 4, hingga 11 yang digunakan sejak 1997.

"Produksi pertama senjata itu direncanakan bakal diselesaikan pada tahun fiskal 2020 mendatang," demikian keterangan DOE/NNSA.

Uji coba senjata nuklir tersebut membuat pakar nuklir asal Negeri "Beruang Merah" Alexandr Jilin, menyuarakan pendapatnya.

"AS terus mengembangkan senjata pemusnah massal," kritiknya. Dia memprediksi setelah produksi, Washington bakal mengirim bom itu ke markas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hurriyet mewartakan, saat ini Negeri "Paman Sam" mempunyai sekitar 150 bom nuklir B61 yang tersebar lima negara anggota NATO.

Antara lain Pangkalan Udara Incirlik di Provinsi Adana, Turki, di mana Federasi Peneliti AS (FAS) memprediksi ada 50 unit.

Baca juga: Mengapa Rusia Ingin Menghujani Florida dengan Bom Nuklir?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Hurriyet
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.