Kompas.com - 03/07/2018, 00:17 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Hampir satu dari tiga generasi muda Rusia berusia 18 hingga 24 tahun ingin keluar dari negara itu dan tinggal di luar negeri. Demikian menurut sebuah survei yang dilakukan lembaga survei publik dan dirilis pada Senin (2/7/2018).

Lembaga survei publik VTsIOM mengajukan pertanyaan kepada kaum muda Rusia terkait seberapa besar keinginan mereka untuk bermigrasi dan menanyakan negara tujuan pilihan mereka.

Dari para responden survei yang menjawab ingin beremigrasi, yakni sebanyak 31 persen, sekitar 16 persen di antaranya mengatakan Jerman sebagai pilihan mereka, menempatkan negara itu sebagai pilihan teratas.

Sementara tujuh persen responden yang ingin beremigrasi mengatakan ingin pindah ke Amerika Serikat, diikuti Spanyol dengan enam persen responden setuju beremigrasi.

Baca juga: Kaliningrad, Kota Indah nan Ramah yang Terpisah dari Rusia

"Survei dilakukan terhadap sejumlah kelompok usia dan hasilnya yang menyatakan ingin beremigrasi mencapai satu dari 10 orang," kata lembaga survei VTsIOM dalam pernyataannya.

Institut tersebut, yang diyakini dekat dengan Kremlin, mengumpulkan data survei dari sebanyak 2.000 penduduk Rusia.

Namun menurut Stepan Lvov, Kepala Lembaga VTsIOM, hasil survei tersebut dapat dilihat sebagai sikap warga Rusia yang semakin terbuka dengan dunia luar.

"Hasil itu mengindikasikan generasi muda Rusia yang semakin terbukan terhadap dunia luar, bukan serta merta berkeinginan untuk melarikan diri dari kenyataan hidup di Rusia," ujarnya dilansir AFP.

Lebih dari 313.000 warga Rusia tinggai di luar negeri pada 2016, menurut data dari institut statistik negara, Rosstat.

Rusia saat ini tengah menjadi pusat perhatian masyarakat dunia sebagai tuan rumah event bergengsi, Piala Dunia sepak bola 2018.

Kualitas hidup masyarakat Rusia disebut telah menurun selama periode kepemimpinan sebelumnya oleh Vladimir Putin yang membuat makin terisolasi dari panggung global.

Baca juga: Lagi-lagi, Asteroid Luput dari Pantauan NASA dan Meledak di Rusia

Hal tersebut ditambah terpuruknya perekonomian karena sanksi barat atas pencaplokan Krimea dari Ukraina.

Serta turut diperburuk hubungan yang memanas dengan kekuatan Barat karena peran Rusia dalam konflik di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.