Cegah Petaruh Piala Dunia Bunuh Diri, Atap Apartemen di China Dikunci - Kompas.com

Cegah Petaruh Piala Dunia Bunuh Diri, Atap Apartemen di China Dikunci

Kompas.com - 02/07/2018, 20:22 WIB
IlustrasiFREEPIK.COM Ilustrasi

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah kompleks apartemen di wilayah timur China memutuskan untuk mengunci jalan ke atap gedung untuk mencegah mereka yang kalah bertaruh dalam Piala Dunia 2018, bunuh diri.

Komplek apartemen Weifang, di provinsi Shandong, mengunci semua akses ke atap dengan menggunakan rantai besi dan gembok.

Manajemen apartemen juga menempelkan pemberitahuanyang menyebut langkah tersebut diambil karena masalah di pasar saham serta kejutan-kejutan Piala Dunia.

Baca juga: Argentina Kalah Telak dari Kroasia, Pria India Pilih Bunuh Diri

"Akses menuju atap akan tetap dikunci hingga bursa saham mengalami rebound dan hasil pertandingan Piala Dunia kembali normal," demikian manajemen apartemen.

Langkah yang terbilang tak biasa ini disambut baik sebagian penghuni apartemen.

"Saya kira ini langkah yang baik, karena manajemen mengantisipasi munculnya masalah," ujar seorang penghuni apartemen.

Belakangan kalimat "saya tunggu di atap" menjadi viral di China dilengkapi meme yang menampilkan beberapa orang melihat ke bawah dari puncak sebuah gedung tinggi.

Meme itu menyiratkan, sekelompok orang tersebut akan bunuh diri saat kalah bertaruh dalam sebuah laga Piala Dunia.

Di provinsi Jiangsu, situs resmi kepolisian Jiangning di kota Nanjing yang memang dikenal suka bercanda, mengimbau pendukung Jerman agar "tidak melompat" setelah tim kesayangan mereka dikalahkan Korea Selatan.

Baca juga: Rayakan Kekalahan Jerman, Pria Lebanon Dibunuh Tetangganya

Di paruh pertama Piala Dunia 2018, penjualan kupon lotere sepak bola di China mencapai angka 20 miliar yuan atau lebih dari Rp 43 triliun.

Angka penjualan lotere sepak bola kali ini mencapai hampir dua kali lipat dibanding saat Piala Dunia 2014 digelar di Brasil.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X