Cegah ISIS Kembali, Irak Dirikan Pagar Kawat Berduri di Perbatasan Suriah

Kompas.com - 02/07/2018, 17:10 WIB
Tentara Irak di Perbatasan Albu Kamal, Suriah. (Sky News) Tentara Irak di Perbatasan Albu Kamal, Suriah. (Sky News)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemerintah Irak telah memulai membangun pagar pembatas di sepanjang perbatasan dengan Suriah. Pemasangan pagar kawat berduri dilakukan untuk menangkal kembalinya anggota kelompok teroris ISIS ke wilayah Irak.

"Sepuluh hari lalu kami mulai mendirikan pagar kawat berduri dengan menara pengawas untuk pengamanan di sepanjang perbatasan dengan Suriah," kata Anwar Hamid Nayef, juru bicara penjaga perbatasan di Provinsi Anbar, Minggu (1/7/2018).

Keamanan di perbatasan tersebut termasuk parit selebar enam meter, serta dilengkapi kamera termal dan pesawat tanpa awak yang akan memantau perbatasan dari upaya anggota kelompok ekstremis yang ingin menyeberang dari Suriah.

Baca juga: Irak Kembali Kerahkan Jet Tempur ke Suriah untuk Serang Markas ISIS

Irak telah menyatakan kemenangan atas kelompok teror ISIS pada akhir 2017 lalu, namun sisa-sisa anggotanya tetap bertahan di wilayah-wilayah kantong di padang pasir yang luas di timur Suriah dan terus mempertahanan kemampuannya untuk melancarkan serangan ke dalam wilayah Irak.

Pagar kawat berduri yang baru didirikan kali ini akan membentang sepanjang sekitar 20 kilometer di utara dari wilayah di sekeliling perbatasan kota Al-Qaim, yang telah direbut dari pasukan ISIS pada November lalu.

Juru bicara perbatasan, Nayef mengatakan, pakar dari Kementerian Pertahanan Irak dan koalisi anti-ISIS yang diprakarsai AS bakal hadir untuk mengevaluasi keefektifan pagar pengaman.

"Jika mereka menyetujui pemasangan, kami akan melanjutkan hingga ke sepanjang perbatasan dengan Suriah," kata dia dilansir AFP.

Garis perbatasan Irak dengan Suriah secara total membentang hingga sepanjang 600 kilometer.

Baca juga: PM Irak Perintahkan Segera Eksekusi Ratusan Terpidana Mati ISIS

Langkah pemasangan pagar pembatasan turut dipengaruhi meningkatnya ancaman ISIS terhadap rakyat Irak, salah satunya dengan dibunuhnya delapan tahanan dan jenazahnya dibuang di jalan raya di utara Baghdad.

Sebagai tindakan balasan, pasukan Irak telah melancarkan serangan udara terhadap kantong-kantong ISIS di dalam Suriah.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X