Kompas.com - 02/07/2018, 14:50 WIB
Sejumlah kapal milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang (MSDF) terlihat dalam agenda peninjauan di Teluk Sagami, Prefektur Kanagawa, pada Oktober 2015. AFP / TORU YAMANAKASejumlah kapal milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang (MSDF) terlihat dalam agenda peninjauan di Teluk Sagami, Prefektur Kanagawa, pada Oktober 2015.

TOKYO, KOMPAS.com - Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menunjukkan tanda-tanda telah menurunkan tingkat kewaspadaannya terhadap misil Korea Utara setelah menghentikan misi pengiriman kapal perangnya ke Laut Jepang.

Diberitakan harian Asahi Shimbun dan dilansir AFP, JSDF tidak lagi memberangkatkan kapal perang Aegis ke wilayah perairan di timur Jepang sejak Jumat (29/6/2018).

Kapal perang itu sebelumnya rutin dikirimkan dalam misi deteksi dan pencegatan rudal yang memasuki wilayah Jepang.

Penurunan kewaspadaan Jepang itu diyakini berkaitan dengan dimulainya proses negosiasi nuklir yang dilakukan Amerika Serikat kepada Korea Utara.

Baca juga: Jepang Bentuk Divisi Khusus untuk Tangani Isu Terkait Korea Utara

Selain itu, ada tekanan kepada Jepang untuk melunakkan sikap terhadap Pyongyang usai tercapainya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un bulan lalu.

Meski tak lagi memberangkatkan kapal perangnya, pasukan bela diri Jepang tetap siaga untuk mencegat rudal yang terdeteksi melalui satelit mata-mata mereka.

Sebelum menghentikan misi pengiriman kapal perang Aegis miliknya, pasukan bela diri Jepang telah lebih dulu menangguhkan agenda latihan evakuasi simulasi serangan rudal Korea Utara.

Disampaikan pejabat pertahanan Jepang kepada Asahi, tindakan tersebut mengikuti langkah AS yang juga telah menurunkan tingkat kesiagaan mereka di kawasan Indo-Pasifik.

Jepang telah lama memberlakukan kesiagaan dalam pertahanan terhadap Korea Utara, termasuk misi penempatan kapal Aegis yang berteknologi tinggi ke lokasi-lokasi strategis di wilayah perairannya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga tengah berupaya mendekati pemerintahan Korea Utara untuk mengatur pertemuan puncak dengan Kim Jong Un.

Baca juga: Jepang Tangguhkan Latihan Simulasi Evakuasi Serangan Rudal Korea Utara



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X