Kim Jong Un Bujuk Presiden China Bantu Cabut Sanksi terhadap Korut

Kompas.com - 01/07/2018, 15:59 WIB
Foto yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, bertanggal 20 Juni 2018, menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kiri) yang bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. AFP / KCNA via KNSFoto yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, bertanggal 20 Juni 2018, menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kiri) yang bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membujuk kepada Presiden China Xi Jinping untuk membantu mengakhiri sanksi ekonomi terhadap negaranya.

Pernyataan itu dimuat oleh surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun pada Minggu (1/7/2018), seperti dikutip dari AFP.

Kim menyampaikan permintaan tersebut ketika bertemu Xi di Beijing pada bulan lalu. Sementara, Xi berjanji untuk melakukan yang terbaik guna memenuhi keinginan Kim.

"Kami merasa sangat menderita karena sanksi ekonomi. Sekarang, kami telah menyimpulkan KTT AS-Korea Utara berhasil, saya ingin (China) bekerja untuk mencabut sanksi lebih awal," kata Kim.


Baca juga: Kim Jong Un Sebut Pyongyang dengan Beijing Sudah seperti Keluarga

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara tersebut berusaha memperbaiki hubungan yang dirusak oleh uji coba nuklir Korea Utara dan dukungan China terhadap sanksi PBB.

Kim memilih China sebagai destinasi kunjungan luar negeri resmi pertamanya pada Maret lalu, kemudian bertemu Xi lagi pada Mei 2018 di kota pelabuhan Dalian.

Kim meminta Xi untuk membantu meringankan sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Korea Utara.

Dia mendesak China untuk mendukung Korea Utara dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat.

Xi disebut secara aktif mendukung reformasi dan Korea Utara yang terbuka, serta akan bekerja sama dengan isu-isu yang terkait dengan upaya itu.

Dia juga meminta Korea Utara untuk melanjutkan konsultasi dengan China atas negosiasinya dengan pemerintah AS.

Pada tahun lalu, China mengeluarkan sinyal agar Dewan Keamanan PBB dapat mempertimbangkan pengurangan hukuman terhadap Korut.

Baca juga: Kim Jong Un Berkunjung Ke China Selama Dua Hari

Kunjungan resmi ketiga Kim ke China dipandang sebagai langkah untuk meyakinkan negara itu bahwa Korut tidak akan mengabaikan kepentingannya, setelah pertemuan bersejarah dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.

China dan AS sama-sama berharap melihat semenanjung Korea bebas dari senjata nuklir.

Tetapi China khawatir AS dan Korut mungkin akan semakin dekat, sehingga terlihat ancaman terhadap kepentingan ekonomi dan keamanan di kawasan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X