Kompas.com - 30/06/2018, 10:22 WIB
Penduduk Suriah melarikan diri dari wilayah yang dikuasai oposisi di provinsi Daraa pada Selasa (26/6/2018). (AFP/Mohamad Abazeed) Penduduk Suriah melarikan diri dari wilayah yang dikuasai oposisi di provinsi Daraa pada Selasa (26/6/2018). (AFP/Mohamad Abazeed)

 

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel telah berinisiatif mengambil langkah membantu warga sipil Suriah yang terdampak serangan yang dilancarkan rezim pemerintah.

Israel melancarkan operasi malam hari menyeberangi garis gencatan senjata dengan Suriah untuk mengirimkan bantuan kepada orang-orang yang melarikan diri meninggalkan tempat tinggal mereka di selatan negara itu.

Pasukan rezim dengan didukung Rusia telah melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai pemberontak di Provinsi Daraa sejak 19 Juni lalu, menyebabkan puluhan ribu warga sipil bergerak menuju perbatasan Yordania yang ditutup.

Baca juga: Rusia Beri Pemberontak Suriah di Daraa 12 Jam untuk Menyerah

Sekitar ribuan di antaranya memilih mendirikan tenda-tenda darurat di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Menteri Pertahanan Israek, Avigdor Lieberman, pada Jumat (29/6/2018), mengatakan pihaknya akan menyediakan bantuan bagi para pengungsi, namun tidak akan mengizinkan mereka melintasi perbatasan ke sektor dataran tinggi strategis Israel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mengikuti perkembangan yang terjadi di Suriah selatan dan seperti biasa kami siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada perempuan dan anak-anak tapi tidak akan menerima satu pun dari mereka ke wilayah kami," tulis Lieberman dalam akun media sosial Twitter.

"Kami akan tetap menjaga kepentingan keamanan Israel," tambahnya dikutip AFP.

Militer Israel mengatakan telah mengirimkan bantuan berupa 300 tenda dan 13 ton bahan makanan serta peralatan medis dan pakaian ke empat kamp penampungan sementara di perbatasan Suriah yang dikuasai pemberontak.

Tidak dijelaskan secara rinci bagaimana pasokan bantuan itu dikirimkan melintasi garis gencatan senjata yang diawasi ketat oleh PBB.

Baca juga: Di Golan, Tentara Israel Bantu Warga Suriah yang Terluka akibat Perang

Israel telah menduduki sebagian besar wilayah Dataran Tinggi Golan dan daerah sekitarnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam.

Mereka kemudian mencaplok wilayah itu pada 1981, dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X