Kompas.com - 30/06/2018, 10:22 WIB

 

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel telah berinisiatif mengambil langkah membantu warga sipil Suriah yang terdampak serangan yang dilancarkan rezim pemerintah.

Israel melancarkan operasi malam hari menyeberangi garis gencatan senjata dengan Suriah untuk mengirimkan bantuan kepada orang-orang yang melarikan diri meninggalkan tempat tinggal mereka di selatan negara itu.

Pasukan rezim dengan didukung Rusia telah melancarkan serangan ke wilayah yang dikuasai pemberontak di Provinsi Daraa sejak 19 Juni lalu, menyebabkan puluhan ribu warga sipil bergerak menuju perbatasan Yordania yang ditutup.

Baca juga: Rusia Beri Pemberontak Suriah di Daraa 12 Jam untuk Menyerah

Sekitar ribuan di antaranya memilih mendirikan tenda-tenda darurat di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Menteri Pertahanan Israek, Avigdor Lieberman, pada Jumat (29/6/2018), mengatakan pihaknya akan menyediakan bantuan bagi para pengungsi, namun tidak akan mengizinkan mereka melintasi perbatasan ke sektor dataran tinggi strategis Israel.

"Kami mengikuti perkembangan yang terjadi di Suriah selatan dan seperti biasa kami siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada perempuan dan anak-anak tapi tidak akan menerima satu pun dari mereka ke wilayah kami," tulis Lieberman dalam akun media sosial Twitter.

"Kami akan tetap menjaga kepentingan keamanan Israel," tambahnya dikutip AFP.

Militer Israel mengatakan telah mengirimkan bantuan berupa 300 tenda dan 13 ton bahan makanan serta peralatan medis dan pakaian ke empat kamp penampungan sementara di perbatasan Suriah yang dikuasai pemberontak.

Tidak dijelaskan secara rinci bagaimana pasokan bantuan itu dikirimkan melintasi garis gencatan senjata yang diawasi ketat oleh PBB.

Baca juga: Di Golan, Tentara Israel Bantu Warga Suriah yang Terluka akibat Perang

Israel telah menduduki sebagian besar wilayah Dataran Tinggi Golan dan daerah sekitarnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam.

Mereka kemudian mencaplok wilayah itu pada 1981, dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.