Kompas.com - 29/06/2018, 17:44 WIB
|

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan PM Malaysia Najib Razak mengatakan, keluarga dan "pihak ketiga" telah memulai proses hukum untuk mengambil kembali benda-benda berharga yang disita polisi.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (28/6/2018), Najib bersikukuh sebagian besar barang-barang itu merupakan hadiah dari keluarga dan para pemimpin negara sahabat dalam acara-acara khusus seperti kunjungan kenegaraan atau ulang tahun.

"Sebagian barang yang disita adalah milik keluarga dan berbagai pihak ketiga. Mereka kini memulai proses hukum untuk mendapatkan kembali barang-barang itu," ujar Najib.

Baca juga: Rekening Bank Milik Parpol Pimpinan Najib Razak Dibekukan

Dia juga mempertanyakan kesimpulan polisi terkait kuantitas dan harga barang-barang yang disita itu.

Sebelumnya, polisi mengatakan, semua barang mewah yang disita dari kediaman dan properti milik Najib bernilai  273 juta dolar atau sekitar Rp 3,8 triliun.

"Penilaian itu berdasarkan harga jual eceran dan harga saat ini, jadi sungguh tidak realistis," ujar Najib.

"Penyampaian ini akan memberikan gambaran yang berbeda sebab benda-benda itu diterima sebagai hadiah selama periode beberapa dekade," tambah Najib.

Najib melanjutkab, sebuah jam tangan Rolex Daytona yang menurut polisi harganya mencapai 842.000 dolar AS (Rp 12 miliar) adalah hadiah dari seorang pangeran Timur Tengah yang berkunjung ke Malaysia pada Maret lalu.

Menanggapipertanyaan Najib ini, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun seperti ditulis harian The Star mengatakan, penilaian itu dibuat oleh para pakar industri.

"Estimasi harga itu tidak didasarkan pada fantasi kami," ujar Harun.

Najib dan para kroninya dituduh menyelewengkan uang miliaran dolar AS dari dana 1MDB yang dikendalikan pemerintah.

Baca juga: Mahathir: Najib Razak Bakal Segera Dituntut Pengadilan

Dana itu kemudian digunakan untuk membeli properti di Amerika Serikat hingga karya-karya seni mahal.

Sejauh ini baik Najib maupun pengelola 1MDB membantah telah melakukan kesalahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.