Duta Besar Minta Israel Pertimbangkan Keputusan Mundur dari UNESCO

Kompas.com - 28/06/2018, 05:55 WIB
Markas Organisasi Urusan Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Paris, Perancis. AFP / GUILLAUME CLEMENTMarkas Organisasi Urusan Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Paris, Perancis.

PARIS, KOMPAS.com - Duta besar Israel untuk UNESCO menyampaikan usul terhadap keputusan negaranya yang mundur dari keanggotaan badan PBB untuk urusan pendidikan, keilmuan dan kebudayaan tersebut.

Duta besar Israel, Carmel Shama-Hacohen, mengatakan pada Rabu (27/6/2018), telah ada perubahan dalam organisasi yang bermarkas di Paris itu, setelah terpilihnya ketua baru, Audrey Azoulay, akhir tahun lalu.

"Saya ingin merekomendasikan kepada kementerian dan pemerintahan saya untuk setidaknya mempertimbangkan kembali keputusan (keluar dari UNESCO) tersebut."

"Mungkin bisa dengan menunda waktu keluar untuk satu tahun atau semacamnya," kata Shama dilansir The New Arab.

Baca juga: Ikuti Jejak AS, Israel Juga Keluar dari UNESCO

Pernyataan Shama tersebut menyusul pejabat Israel, Palestina, dan Yordania yang mengadopsi perubahan keputusan UNESCO tahun lalu soal situs yang terancam di Kota Tua Jerusalem dan Hebron di Tepi Barat.

Resolusi baru itu, yang diterapkan melalui konsensus yang jarang, mempertahankan dua situs dalam daftarnya namun menghapus kalimat yang dianggap agresif oleh Israel.

Pertama, yakni kalimat yang menyebut Israel sebagai kekuatan kependudukan di kota Yerusalem.

Kedua adalah pernyataan yang menyebut Kota Tua Hebron di Tepi Barat sebagai situs warisan dunia Palestina.

"Ada semangat baru di bawah kepemimpinan Azoulay. Kami belum menemukan satu pun resolusi anti-Israel di UNESCO dalam setahun terakhir," kata Shama.

Azoulay menyambut konsensus yang disebutnya sebagai situasi yang saling menguntungkan antara pihak-pihak yang berseteru itu.

"Diharapkan periode dengan sedikit ketegangan ini akan membuka peluang lebih banyak pekerjaan UNESCO untuk dijalankan," kata dia.

Sebelumnya, Israel bersama dengan AS, telah mengumumkan untuk mundur dari UNESCO pada Oktober 2017 lalu.

Keputusan itu diambil Pemerintah Israel hanya berselang beberapa jam setelah AS yang lebih dulu mengumumkan pengunduran dirinya dari UNESCO.

Baca juga: UNESCO: Aksi Perusakan ISIS di Palmyra adalah Kejahatan Perang

AS menyatakan keluar dari keanggotaan UNESCO lantaran menilai bahwa lembaga itu telah "anti terhadap Israel".

Berdasarkan peraturan UNESCO, maka pengunduran diri AS dan juga Israel itu akan berlaku efektif mulai Desember 2018 mendatang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X