AS Berencana Bangun Radar Rp 14 Triliun untuk Deteksi Rudal Balistik

Kompas.com - 27/06/2018, 19:22 WIB
Dalam gambar, radar X-band (SBX 1) milik Amerika Serikat tengah dipasang di Pangkalan Gabungan Pearl Harbor-Hickam, Hawaii, pada 22 Maret 2013. AFP/US NAVY/MC2 DANIEL BARKERDalam gambar, radar X-band (SBX 1) milik Amerika Serikat tengah dipasang di Pangkalan Gabungan Pearl Harbor-Hickam, Hawaii, pada 22 Maret 2013.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat ( AS) dilaporkan berencana menganggarkan dana besar untuk memasang radar di Hawaii.

Dilansir Russian Today Rabu (27/6/2018), anggaran senilai 1 miliar dolar AS, sekitar Rp 14,1 triliun, bakal dianggarkan membangun rudal yang bisa mendeteksi adanya rudal balistik.

Dinas Pertahanan Rudal (MDA) Pentagon menjelaskan, radar itu difungsikan menangkal ancaman serangan yang datang dari kawasan Pasifik.

Baca juga: Ilmuwan China Kembangkan Radar Canggih untuk Deteksi Nyamuk

"Pada dasarnya, keberadaan sistem radar tersebut untuk melacak adanya rudal yang diluncurkan dari Korea Utara ( Korut) atau tempat manapun," ulas MDA dalam keterangannya.

Mandat pembangunan radar itu sudah tertuang dalam Peraturan Otorisasi Pertahanan Nasional 2017 yang disahkan mantan Presiden Barack Obama di Desember 2016.

Melalui sistem radar canggih tersebut, Pentagon bisa membedakan mana rudal yang masuk ke dalam umpan hingga rudal balistik jarak jauh.

Jika bisa dipastikan rudal tersebut membawa hulu ledak, AS bisa meluncurkan sistem pertahanan mereka yang terletak di Alaska untuk mencegat serangan.

Dalam keterangan MDA, rudal tersebut bisa mendeteksi keberadaan rudal balistik jarak jauh ketika dia sudah terbang separuh jalan.

Dilaporkan AP, MDA sudah melakukan pengamatan di dua tempat ideal yang terletak di Pulau Oahu. Rencananya, rudal itu mempunyai tinggi 24 meter, dan lebar 15 meter.

Senator Brian Schatz mengatakan, para politisi telah mendapatkan dana 61 juta dolar AS, sekitar Rp 865,4 miliar, untuk pembangunan awal.

"Negara bagian Hawaii berkeinginan untuk mempunyai sistem radar dan pencegat yang mumpuni," kata senator asal Partai Demokrat tersebut.

Russian Today memberitakan, pembangunan rudal tersebut terancam batal pasca-pertemuan Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Dalam pembangunan yang berlangsung di Singapura pada 12 Juni lalu, Trump dan Kim menyepakati denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Baca juga: Inggris Bangun Sistem Radar Baru untuk Tangkal Rusia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X