Selama 3 Tahun, Pria Ini Puja Trump sebagai Dewa

Kompas.com - 27/06/2018, 18:54 WIB
Bussa Krishna, petani asal Hyderabad, India, ketika berdoa di depan foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggapnya dewa. Facebook/Bussa KrishnaBussa Krishna, petani asal Hyderabad, India, ketika berdoa di depan foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggapnya dewa.

HYDERABAD, KOMPAS.com - Seorang petani yang berasal dari daerah dekat Hyderabad, India, begitu memuja Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Tidak sekadar memuja dalam arti mengagumi. Pria bernama Bussa Krishna tersebut menjadikan presiden berusia 72 tahun itu sebagai dewa.

Dilansir Newsweek Rabu (27/6/2018), Krishna yang tinggal di desa Konne itu mulai mengagumi Trump sejak pemilihan presiden 2016.

Baca juga: Mengaku Titisan Dewa Wisnu, Pria Ini Bolos dari Pekerjaannya


Petani 31 tahun itu lalu membangun tempat pemujaan bagi presiden dari Partai Republik itu, dan mulai berdoa kepadanya setiap hari.

Selain berdoa beberapa kali, Krishna juga memberikan persembahan mulai dari bunga, hingga berdoa sambil menyalakan lilin di depan foto Trump.

Krishna juga membawa foto suami Melania Trump tersebut setiap kali dia hendak berbelanja, bekerja, atau melakukan kegiatan yang lain.

Kepada Australia's 9 News, Krishna mengaku dia sering mendapat cemoohan dari orang-orang karena memuji sosok yang kerap berkata kontroversial tersebut.

Bahkan, baik keluarga maupun tetangganya menyuruhnya untuk menemui psikolog karena mengira dia sudah kehilangan kewarasan.

Namun, Krishna tetap teguh dengan pendiriannya. "Trump adalah dewa saya, dan saya tidak terganggu dengan kritikan mereka," tegasnya.

"Saya memberikan segala doa, pujian, dan persembahan kepada Trump sama seperti yang kami lakukan kepada dewa lainnya," tambahnya.

Pemujaan tersebut membuat keluarganya jengah. Orangruanya dilaporkan muak kepadanya, dan memilih meninggalkan rumah mereka.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X