Beijing Kecam Presiden Taiwan yang Serukan Pembatasan Terhadap China

Kompas.com - 27/06/2018, 16:32 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen naik ke salah satu kapal selam buatan Belanda yang menjadi milik negeri itu di pangkalan AL Tsoying, Kaohsiung, Selasa (21/3/2017). SAM YEH / AFP Presiden Taiwan Tsai Ing-wen naik ke salah satu kapal selam buatan Belanda yang menjadi milik negeri itu di pangkalan AL Tsoying, Kaohsiung, Selasa (21/3/2017).

BEIJING, KOMPAS.com - Beijing mengecam pernyataan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang menyebut China sebagai ancaman demokrasi global dan menyerukan pembatasan terhadap negaranya.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan mengatakan, pada Rabu (27/6/2018), komentar oleh Tsai menyesatkan dan tidak berdasar.

"Pernyataan Tsai bertujuan menciptakan perseteruan dengan rekan di seberang selat," kata Ma Xiao Guang, juru bicara kantor urusan Taiwan di Beijing, mengacu pada China daratan yang dipisahkan Selat Taiwan.

"Dia (Presiden Tsai) berencana mengekang pembaharuan besar oleh bangsa China. Dia terlalu melebih-lebihkan pengaruh diri sendiri," lanjut Guang.

Presiden Tsai mengeluarkan pernyataan itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan AFP, pada Senin (25/6/2018).

Baca juga: Presiden Taiwan Ajak Negara-negara Bangkit Melawan China

Dalam transkrip hasil wawancara yang telah dipublikasikan oleh kantor berita Xinhua, Tsai mengajak kepada masyarakat internasional untuk berani bersikap dan membatasi China dengan membela kebebasan, menyebut negara tetangganya itu sebagai ancaman global bagi demokrasi.

Tsai menyerukan kepada negara-negara untuk bersama Taiwan membela diri terhadap tujuan ekspansionis China dan menjaga nilai-nilai liberal bersama.

"Ini bukan hanya tantangan bagi Taiwan melainkan juga tantangan bagi kawasan dan dunia secara keseluruhan."

"Yang saat ini menjadi tantangan bagi Taiwan, mungkin besok negara lain yang harus menghadapi perluasan pengaruh China," kata Tsai kepada AFP, Senin (25/6/2018).

Komentar tersebut disampaikan Tsai menyusul serangkaian tekanan yang diterapkan Beijing kepada Taiwan, yang masih dianggap sebagai bagian dari China.

China terus menunjukkan dominasinya atas Taiwan, mulai dari menggelar serangkaian latihan militer di sekitar pulau, hingga mendesak perusahaan-perusahaan internasional untuk memasukkan Taiwan sebagai bagian dari China dan bukan negara sendiri.

Sejumlah negara yang sempat memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, satu persatu meninggalkannya dan beralih ke China. Terbaru adalah Republik Dominika dan Burkina Faso.

Baca juga: Pakai Istilah China Taiwan, Dua Maskapai Jepang Dikecam



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X