Kompas.com - 27/06/2018, 15:12 WIB
Foto yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, bertanggal 8 Februari 2018, menunjukkan misil Korea Utara, Hwasong-12, dalam parade militer di Pyongyang. AFP / KCNA via KNSFoto yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, bertanggal 8 Februari 2018, menunjukkan misil Korea Utara, Hwasong-12, dalam parade militer di Pyongyang.

JENEWA, KOMPAS.com - Seorang Diplomat Korea Utara untuk PBB memperingatkan kepada Jepang agar tidak ikut campur dalam proses denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota dewan Ju Yong Chol dalam pidato yang disampaikannya pada hari pertama Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, Selasa (26/6/2018).

Pada konferensi tersebut sejumlah negara, termasuk Jepang, mendesak agar Korea Utara segera meningkatkan proses denuklirisasinya. Demikian diberitakan SCMP melansir dari Associated Press.

Ju mengatakan, Jepang tidak terlibat dalam penandatanganan dokumen, baik Deklarasi Panmunjom antar-Korea pada bulan April maupun Kesepakatan Singapura antara AS dengan Korea Utara, bulan ini.

Baca juga: AS Bakal Beri Korut Tenggat Waktu Lakukan Denuklirisasi

"Jepang bukan negara penandatangan baik Deklarasi Panmunjom maupun Kesepakatan Singapura, karenanya disarankan untuk menahan diri dan tidak mencampuri urusan orang lain," kata Ju.

Sebelumnya, kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, mengatakan bahwa Jepang masih harus menebus atas pemerintahan kolonialnya di Korea pada awal abad 20 sebelum dapat mengambil peran dalam proses denuklirisasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jepang secara hukum maupun moral berkewajiban untuk membuat permintaan maaf dan ganti rugi secara tulus. Jepang tidak akan pernah bisa menghindar dari tanggung jawab ini," tulis kantor berita.

Komentar dari KCNA itu sebagai tanggapan atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang mengatakan bahwa Jepang bersedia ikut menanggung beban keuangan untuk denuklirisasi Korea Utara.

Baca juga: AS Berharap Denuklirisasi Korut Rampung pada 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.