Kompas.com - 26/06/2018, 17:29 WIB
Polisi berjaga di depan pos polisi Toyama, Jepang, setelah seorang pelaku menusuk dan membunuh polisi di sana, serta menembak mati petugas keamanan sekolah dekat pos Selasaa (26/6/2018). Chiaki Ueda/Kyodo News via APPolisi berjaga di depan pos polisi Toyama, Jepang, setelah seorang pelaku menusuk dan membunuh polisi di sana, serta menembak mati petugas keamanan sekolah dekat pos Selasaa (26/6/2018).

TOYAMA, KOMPAS.com - Seorang pria ditembak setelah sebelumnya menyerang dan membunuh dua orang di dekat sebuah sekolah dasar di Jepang.

Dilaporkan AP via Washington Post Selasa (26/6/2018), pria tak dikenal itu menerobos kantor polisi setempat di Prefektur Toyama.

Dia menusuk kepala polisi yang ada di sana hingga tewas, merebut pistol miliknya, dan kemudian menembak polisi lain yang berusaha mencegahnya.

Baca juga: 2 Wanita Diamankan karena Diduga Akan Menusuk Polisi di Mako Brimob

Setelah itu dia menuju ke SD di dekat pos polisi, dan menembak mati petugas keamanan yang sedang berdiri di pintu gerbang sekolah.

Aksinya baru berhenti setelah pelaku terluka karena ditembak polisi yang berada di lokasi. Adapun pos polisi tempat penembakan berjarak 900 meter dari markas Kepolisian Toyama.

Pelaku yang mengalami luka parah kemudian dilarikan ke rumah sakit pasca-penembakan terjadi.

NHK melaporkan, insiden yang diperkirakan terjadi pukul 14.00 waktu setempat mengagetkan warga sekitar di kawasan yang tergolong tenang itu.

Seorang warga yang tinggal di kawasan itu selama 60 tahun terakhir berujar, dia langsung lari keluar begitu terdengar letusan tembakan.

Dia melihat banyak polisi berlari-lari sambil berteriak bahwa telah terjadi penembakan. "Saya sedikit tenang karena kantor polisi dekat dengan lokasi kejadian," katanya.

Warga lainnya yang sudah berusia 81 tahun menuturkan, dia tengah menonton televisi ketika mendengar tembakan yang suaranya bagai gelas pecah tersebut.

"Saya tidak pernah membayangkan bahwa aksi penembakan bakal berada di tempat ini," kata warga itu seperti dilansir Japan Times.

Adapun The Post mewartakan, para guru langsung mengunci gerbang sekolah setelah penembakan, dan meminta murid-muridnya berada di dalam kelas.

Jepang yang dikenal mempunyai catatan angka kejahatan rendah dilaporkan mengalami serangkaian penusukan yang dilakukan secara acak.

Baca juga: Penembakan di Festival Seni New Jersey Lukai 20 Orang, Pelaku Tewas



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X