Kompas.com - 26/06/2018, 14:05 WIB
Peserta demonstrasi berkumpul di monumen Gerbang India pada Kamis (12/4/2018) malam dan menyalakan lilis sebagai protes terhadap kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 8 tahun oleh sekelompok pria. AFPPeserta demonstrasi berkumpul di monumen Gerbang India pada Kamis (12/4/2018) malam dan menyalakan lilis sebagai protes terhadap kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 8 tahun oleh sekelompok pria.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah survei yang dilakukan terhadap para pakar menyebutkan India sebagai negara paling berbahaya bagi perempuan.

Jajak pendapat yang dilakukan Thomson Reuters Foundation itu melakukan penelitian terhadap 554 pakar antara 26 Maret sampai 4 Mei lalu.

India berada di peringkat pertama di atas negara konflik seperti Afghanistan maupun Suriah, menurut laporan Thomson Reuters.

Baca juga: Lima Pekerja Sosial Diculik dan Diperkosa di Pedalaman India

Kenyataan ini berbeda ketika survei serupa dilakukan pada 2011, Saat itu, India berada di peringkat keempat di bawah Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, dan Pakistan.

"Tujuan kami adalah untuk melihat apakah situasi telah mengalami perubahan selama tujuh tahun terakhir," demikian penjelasan Thomson Reuters.

Dalam surveinya, Thomson Reuters menganalisis enam isu; akses pelayanan kesehatan, diskriminasi gender, pelecehan seksual/non-seksual, tradisi seksis, maupun perdagangan manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil survei tersebut menimbulkan keprihatinan dari Manjunath Gangadhara, pejabat pemerintahan dari Negara Bagian Karnataka.

Dilansir Hindustan Times Selasa (26/6/2018), Gangadhara berkata India telah menunjukkan sikap tak menghormati perempuan melalui kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Dia menyebut data pemerintah yang menunjukkan ada peningkatan hingga 83 persen antara 2007 sampai 2016, di mana setiap jam dilaporkan terdapat empat kasus pemerkosaan.

Para pakar yang menjadi responden menyatakan, India berbahaya dalam sektor perdagangan manusia, perbudakan seks, hingga pembunuhan anak.

"Negara dengan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat dunia, dan maju di bidang teknologi harus malu karena kejahatan terhadap perempuan," keluh Gangadhara.

Kementerian Pembangunan untuk Perempuan dan Anak-anak India menolak berkomentar atas hasil yang dikeluarkan Thomson Reuters tersebut.

Baca juga: Kasus Ketiga Bulan Ini di India, Gadis Remaja Diperkosa dan Dibakar



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X