Kompas.com - 26/06/2018, 09:33 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pangeran William tiba di Israel pada Senin (25/6/2018). Dia menjadi orang pertama dari keluarga kerajaan Inggris yang melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Israel.

Pangeran William berangkat dari Yordania dan mendarat di Bandara Ben Gurion yang terletak di antara Tel Aviv dan Yerusalem, sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Dilansir dari AFP, pejabat resmi menyebut kunjungan Pangeran William tidak terkait dengan politik, melainkan berfokus pada membangun relasi kaum muda.

"Kami tahu ini bukan waktunya merayakan kemajuan perdamaian di Timur Tengah, tapi kami yakin kunjungan ini penting dalam masa sulit ini seperti pada waktu yang baik," kata konsul Inggris di Yerusalem, Philip Hall.

Baca juga: Israel Luncurkan Rudal Patriot Jelang Kunjungan Pangeran William

"Kami tahu perkembangan politik sedang susah, tapi ini bukan kunjungan politik," ucapnya.

Pewaris takhta nomor dua di Kerajaan Inggris ini mengunjungi Israel tanpa ditemani sang istri, Kate, yang baru saja melahirkan anak ketiga mereka sekitar dua bulan lalu.

Pangeran William akan menginap di Yerusalem, tepatnya di Hotel King David.

Lokasi itu merupakan bekas markas pemerintahan Inggris selama mandat di Palestina, sebelum terbentuknya negara Israel pada 1948.

Pada Selasa (26/6/2018), dia dijadwalkan akan meletakkan karangan bunga di peringatan Holocaust Yad Vashem. Kemudian, dia bakal bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Israel Reuven Rivlin secara terpisah.

Hari berikutnya, dia akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah, Tepi Barat, sebelum bertemu dengan para pengungsi Palestina dan kaum muda.

Pada Kamis (28/6/2018), dia harus menyelesaikan turnya dengan mengunjungi situs-situs sejarah dan agama di Yerusalem.

Baca juga: Ketika Pangeran William dan Putra Mahkota Yordania Nobar Piala Dunia

Selama berada di Yerusalem, Pangeran William juga akan mengunjungi makam nenek buyutnya, Putri Alice, yang dimakamkan di Yerusalem.

Putri Alice begitu dihormati oleh Israel karena melindungi kaum Yahudi pada Perang Dunia II.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.