Kompas.com - 24/06/2018, 20:56 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Militer AS dikabarkan telah mengirimkan 100 peti mati kayu ke perbatasan Korea, Sabtu (23/6/2018) untuk mempersiapkan pemulangan sisa jenazah tentara korban perang.

Melansir New York Post, juru bicara Angkatan Udara AS Korea, Kolonel Chad Carroll mengatakan, selain peti mati kayu, sekitar 158 kotak pengiriman berbahan logam turut diterbangkan ke pangkalan udara AS di dekat Seoul.

Seperti halnya peti mati kayu, kotak logam juga akan digunakan untuk mengirim sisa jenazah tentara AS yang gugur di medan Perang Korea pada tahun 1950-1953, kembali ke tanah airnya.

Pemulangan sisa jenazah tentara korban Perang Korea menjadi salah satu kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni lalu.

Baca juga: Seoul Kembali Pulangkan Sisa-sisa 20 Tentara China Korban Perang Korea

Militer AS telah bertindak cepat untuk mewujudkan repatriasi jenazah tentara mereka, kendati dari pihak Korea Utara belum menunjukkan kepastian kapan dan bagaimana proses pemulangan akan dilakukan.

Kabar pengiriman peti mati ke perbatasan Korea tersebut sekaligus membantah informasi yang beredar sebelumnya, yang menyebut kendaraan militer AS telah mengangkut 200 peti mati dan akan menyeberang ke Korut untuk membawa sisa tentaranya.

"Rencana repatriasi sisa tentara korban Perang Korea ini masih berada pada tahap awal," kata Carroll.

Pernyataan Angkatan Udara AS Korea juga mengungkapkan, 100 kotak kayu yang disiapkan di Seoul akan dikirim ke wilayah perbatasan antar-Korea agar selalu siap menerima dan mengirimkan sisa tentara AS kapan pun dibutuhkan.

Sejak 1996 hingga 2005, tim pencarian gabungan militer AS-Korea Utara telah melakukan 33 operasi pemulihan dan mengumpulkan 229 sisa jenazah tentara AS untuk dipulangkan.

Namun upaya pemulihan dan pemulangan tersebut kemudian terhenti hingga lebih dari satu dekade karena perkembangan situasi di Semenanjung Korea yang memanas setelah Pyongyang mengembangkan senjata nuklir.

Penghentian operasi pemulihan diambil pemerintahan Presiden George W Bush dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan tentaranya.

Baca juga: Korea Utara Segera Kembalikan 200 Set Kerangka Tentara AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.