Koalisi Saudi Gelar Operasi Militer untuk Paksa Houthi Berunding

Kompas.com - 22/06/2018, 19:53 WIB
Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018). AFP / NABIL HASSANPasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi memberikan penjelasan alasan mereka menggelar serangan ke markas Houthi di Hodeidah, Yaman, pekan lalu.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Al-Maliki berkata, Operasi Golden Victory itu ditujukan agar kelompok pemberontak Yaman itu berunding.

"Melalui serangan itu, kami menekan Houthi agar bersedia menerima solusi politik," kata Al-Maliki dikutip dari Arab News Jumat (22/6/2018).

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Serang Markas Houthi di Hodeidah


Dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, Al-Maliki berkata solusi itu diperlukan karena mereka memprioritaskan keselamatan sipil.

"Solusi politik dan diplomatik adalah cara terbaik untuk menyelamatkan rakyat Yaman. Kami bakal berusaha mengembalikan legitimasi di sana," tuturnya.

Sebab, kata Al-Maliki, Houthi telah menjadikan rakyat Yaman sebagai benteng, dan memaksa mereka membayar pajak guna keperluan perang mereka.

Karena itu, koalisi membantu pasukan pemerintah dalam merebut kota-kota penting yang dikuasai Houthi. Salah satunya Hodeidah.

"Lepasnya kota pelabuhan itu dari Houthi bakal menyudahi ancaman terhadap perairan internasional di Laut Merah," tegasnya.

Selain itu juga memudahkan PBB maupun organisasi kemanusiaan lainnya dalam memberi bantuan ke negara yang dilanda konflik sejak Maret 2015 itu.

Koalisi, beber Al-Maliki, telah berusaha membuka semua jalan yang diperlukan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Yaman.

"Segala bantuan yang meliputi makanan maupun pelayanan medis itu disalurkan kepada rakyat di Yaman tanpa diskriminasi," tutur dia.

Sebelumnya, koalisi menggelar serangan ke Hodeidah pada Rabu pekan lalu (13/6/2018) setelah Houthi menolak ultimatum Uni Emirat Arab (UEA) untuk meninggalkan kawasan itu.

Operasi tersebut melibatkan jet tempur dan kapal perang koalisi untuk menyokong serangan darat yang dilakukan tentara Yaman.

Sejauh ini, koalisi mengumumkan telah merebut bandara dari cengkeraman Houthi.

Baca juga: Tentara Yaman Berhasil Merebut Kendali Bandara Hodeidah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Arab News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X