Nobar Piala Dunia di Uganda Berujung Tawuran, 4 Tewas - Kompas.com

Nobar Piala Dunia di Uganda Berujung Tawuran, 4 Tewas

Kompas.com - 22/06/2018, 16:59 WIB
Philippe Coutinho berebut bola dengan Breel Embolo pada laga Brasil vs Swiss di Rostov Arena, 18 Juni 2018. AFP/JOE KLAMAR Philippe Coutinho berebut bola dengan Breel Embolo pada laga Brasil vs Swiss di Rostov Arena, 18 Juni 2018.

KAMPALA, KOMPAS.com - Satu lagi kisah sedih dampak Piala Dunia 2018, kali ini datang dari Uganda ketika acara nonton bareng sepak bola berubah jadi tawuran yang menewaskan empat orang, termasuk seorang remaja 13 tahun.

Kisahnya berawal ketika acara nonton bareng digelar di sebuh kamp pengungsi Sudan Selatan di Uganda pada awal pekan ini dengan sajian babak penyisihan Grup E antara Brasil melawan Swiss.

Awalnya acara nonton bareng berjalan normal hingga babak pertama usai. Saat itulah, seorang pria meninggalkan ruang nonton bareng untuk beberapa saat.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teror, Perancis Larang Nobar Piala Dunia

Saat kembali ke ruangan, pria itu menemukan kursinya sudah ditempati orang lain yang kebetulan berasal dari suku yang berbeda dengan dirinya.

Pria yang menduduki kursi kosong itu tiak mau pindah. Setelah diawali perang mulut, kedua pria itu berkelahi yang kemudian memicu tawuran antarsuku.

Tawuran itu berakhir setelah kepolisian datang tetapi empat orang sudah telanjur tewas, termasuk seorang remaja berusia 13 tahun.

Kepolisian Uganda mengatakan, tawuran itu terjadi di sebuah kamp pengungsi di wilayah Nil Barat, Uganda pada Minggu (17/6/2018).

Wakil kepala kepolisian Patrick Onyango mengatakan, mereka yang terlibat tawuran adalah warga suku Nuer dan rival mereka yang berasal dari suku Dinka.

"Awalnya, seorang pria Dinka, Thon Majok, meninggalkan ruangan nobar dan saat kembali seorang pria suku Nuer menempati kursinya," kata Patrick.

Baca juga: Fans MU dan Liverpool Bentrok Saat Nobar di Tangerang, 6 Orang Luka

Polisi menahan 15 orang pengungsi Sudan Selatan yang terlibat dalam tawuran yang juga mengakibatkan 19 orang lainnya terluka.

Thon Majok (18) tewas dalam tawuran itu bersama ayahnya Mabok Jimak (50) dan dua orang suku Dinka lainnya John Mayang (13) dan Aleu Anei Aleu (32). Demikian dikabarkan harian The Guardian.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X