Kompas.com - 22/06/2018, 15:38 WIB
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Lima orang perempuan yang bekerja untuk sebuah lembaga amal yang beroperasi di pedalaman India diculik dan diperkosa. Demikian pernyataan kepoisian, Jumat (22/6/2018).

Kasus tersebut terungkap ketika lima perempuan ini melaporkan nasib mereka ke polisi. Kelima perempuan itu mengatakan, mereka sedang menggelar pentas drama di distrik Kunthi, negara bagian Jharkand, pada Selasaa (19/6/2018).

Pentas drama itu digelar untuk meningkatkan pemahaman warga soal bahaya perdagangan manusia. Saat itulah sejumlah pria muncul dan menculik kelima pekerja sosial tersebut.

Baca juga: Tampilkan Nama Korban Perkosaan, 12 Media di India Didenda Rp 200 Juta

Perwira polisi setempat Rajesh Prasad mengatakan, para perempuan itu bekerja untuk LSM Asha Kiran.

"Kami sudah memeriksa beberapa orang terkait kasus ini," ujar Prasad.

Prasad menambakan, kelima perempuan itu sudah melakukan sejumlah tes medis dan kepolisian kini tengah menunggu hasil uji coba laboratorium.

Dalam penyelidikan ini, polisi sudah menangkap beberapa pendukung organisasi Pathalgadi, sebuah pergerakan anti-kemapanan yang populer di sejumlah perdesaan.

Salah satu yang dilakukan Pathalgadi adalah mengusir siapa saja orang di luar kelompok itu yang datang dan ingin menetap di wilayah "kekuasaan" mereka.

Di sisi lain, distrik Kunthi merupakan basis kelompok pemberontak Maois yang sudah berpuluh tahun menggelar pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah pusat.

India menjadi perhatian dunia pasca-kasus perkosaan di atas bus yang menimpa seorang mahasiswi di New Delhi pada 2012.

Mahasiswi itu akhirnya meninggal dunia yang memicu aksi unjuk rasa menuntut perlindungan pemerintah terhadap perempuan.

Baca juga: Polisi India Selidiki Kasus Perkosaan terhadap Tiga Biarawati

Meski pemerintah India akhirnya memberlakukan hukuman lebih berat terhadap kasus pemerkosaan, tetap saja angka kasus ini tak menurun malah cenderung meningkat.

Bahkan sejak 2016, setiap tahun dilaporkan sebanyak 39.000 kasus perkosaan yang dikelompokkan dalam berbagai katagori.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Mirror


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.