Kompas.com - 22/06/2018, 12:41 WIB
Ilustrasi Pilot Militer. goodwp.comIlustrasi Pilot Militer.

TOKYO, KOMPAS.com - Pilot militer Amerika Serikat (AS) mengaku jadi target serangan laser ketika tengah terbang di Laut China Selatan.

Juru bicara Komando Indo-Pasifik Mayor Cassandra Gesecki berkata, pilot tersebut telah mendapat serangan laser itu lebih dari 20 kali dalam 10 bulan terakhir.

Serangan pertama ke pilot itu pertama kali dilaporkan terjadi pada September 2017 di kawasan kepulauan yang diklaim oleh China.

Baca juga: Cederai Mata Pilot, AS Protes Penggunaan Laser China di Djibouti

"Dari informasi yang kami terima, serangan itu dilakukan dari darat dan kapal nelayan," kata Gesecki dilansir Japan Times Jumat (22/6/2018).

Media AS mengutip pernyataan seorang pejabat militer anonim bahwa serangan itu datang dari sebuah kapal nelayan berbendera China.

Serangan di Laut China Selatan itu terjadi setelah dua mata pilot AS dilaporkan cedera karena terkena laser di Djibouti.

Serangan yang dilaporkan terjadi pada Mei lalu itu membuat Pentagon mengirimkan nota protes resmi kepada militer China menuntut diadakannya investigasi.

Japan Times memberitakan, China mempunyai "milisi laut" yang sengaja dilatih dan dibekali peralatan seperti GPS untuk beroperasi di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Menggunakan kapal nelayan, milisi itu mempunyai peran penting dalam mengamankan teritori China yang diklaim di Laut China Selatan.

Para milisi tersebut tidak menggunakan laser standar militer seperti yang diyakini digunakan China untuk mengintervensi pilot AS di Djibouti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X