Kompas.com - 22/06/2018, 12:26 WIB

Pembelian dilakukan ketika Najib menjadi menteri pertahanan. Altantuya bekerja sebagai penerjemah pada tahap akhir sejumlah negosiasi transaksi itu.

Najib dengan tegas telah menyangkal pernah bertemu Altantuya atau punya hubungan dengannya. Pemerintahannya pun menyangkal telah melakukan kesalahan dalam pembelian dua kapal selam itu, yang telah menjadi subjek investigasi hakim Perancis.

Dua polisi dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tersebut. Salah satunya kabur ke Australia dan mengungkapkan bahwa dia diperintah untuk membunuh Altantuya.

Namun, motif pembunuhan Altantunya tidak pernah terungkap dalam persidangan dua terdakwa, Sirul Azhaw Umar dan Azilah Hadri.

Sirul mengatakan kepada seorang hakim dalam persidangan, dia menjadi kambing hitam yang dikorbankan demi melindungi sekelompok orang. Di sisi lain, dia tidak pernah mengungkap nama dari orang-orang tersebut.

Baca juga: Polisi Malaysia Kembali Geledah Rumah Najib Razak

Sirul juga menyatakan, dia belum pernah bertemu Abdul Razak Baginda, bekas teman dan penasihat Najib, yang awalnya didakwa bersekongkol untuk melakukan pembunuhan itu tetapi kemudian dibebaskan.

Altantuya merupakan mantan kekasih Abdul Razak. Dalam sebuah surat yang ditemukan setelah pembunuhannya, Altantuya ingin imbalan senilai 500 ribu dollar AS untuk tetap bungkam terkait apa yang diketahuinya tentang perjanjian pembelian dua kapal selam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.