Anak-anak Imigran Diduga Diberi Obat Psikotropika untuk Atasi Trauma

Kompas.com - 21/06/2018, 22:12 WIB
Aktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018). AFP / MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICAAktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018).

TEXAS, KOMPAS.com - Anak-anak imigran yang ditahan di perbatasan AS, di Texas diduga mendapat obat psikotropika untuk menangani trauma.

Melansir dari Metro.co.uk, anak-anak imigran yang ditampung di sejumlah fasilitas, termasuk Pusat Pengobatan Shiloh di Texas, diberikan obat tanpa sepengetahuan dan izin dari orangtua mereka.

Demikian disampaikan organisasi Center for Human Rights & Constitutional Law dalam gugatan mereka.

Mereka mengklaim, beberapa anak imigran telah menerima hingga sembilan butir obat-obatan yang berbeda di pagi hari dan enam di malam hari.

Anak-anak tersebut juga diduga diancam tidak akan dibebaskan jika menolak pengobatan. Beberapa bahkan ada yang mendapat suntikan setelah tidak mau meminum obat yang diberikan.

Baca juga: Maskapai AS Kompak Tak Angkut Anak Migran yang Terpisah dari Orangtua

Carlos Holguin, pengacara yang mewakili organisasi tersebut, tindakan pemberian obat kepada anak-anak tanpa persetujuan orangtua telah melanggar hukum di Texas dan beberapa negara bagian lain.

"Jika Anda berada di Shiloh sudah pasti akan mendapat obat-obatan ini."

"Jika ada anak yang ditempatkan di Shiloh setelah dipisahkan dari orangtua mereka, hampir dipastikan mereka di bawah pengaruh obat psikotropika," ujarnya.

Dalam gugatannya, organisasi tersebut menuntut adanya perubahan dalam kebijakan untuk mematuhi undang-undang negara bagian dan mencegah penahanan berkepanjangan terhadap anak-anak.

Gugatan tersebut telah diajukan pada 16 April lalu di tengah pemberlakuan kebijakan imigrasi 'toleransi nol' oleh Pemerintahan Trump yang memisahkan anak-anak imigran dari orangtua mereka yang melintasi perbatasan secara ilegal.

Namun pada Rabu (20/6/2018), Presiden Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menjamin keluarga imigran tetap bersama.

Baca juga: Trump Melunak, Migran Anak Tak Perlu Dipisahkan dari Orangtuanya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X