Taiwan Sahkan Undang-undang Pemotongan Uang Pensiun Veteran Perang

Kompas.com - 21/06/2018, 14:56 WIB
Para veteran senior Taiwan melakukan protes di depan gedung parlemen menentang rencana pemerintah yang akan memangkas dana pensiun mereka. AFP / DANIEL SHIHPara veteran senior Taiwan melakukan protes di depan gedung parlemen menentang rencana pemerintah yang akan memangkas dana pensiun mereka.

TAIPEI, KOMPAS.com - Parlemen Taiwan secara resmi telah meloloskan rancangan undang-undang kontroversial yang mengatur memotongan dana pensiun bagi para veteran perang.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan Rabu (20/6/2018), sebagian besar anggota parlemen menyetujui proposal yang diajukan Presiden Tsai Ing-wen sejak dua tahun lalu.

Presiden Tsai mengatakan, reformasi dana pensiun adalah hal penting yang harus dilakukan demi mencegah sistem pensiun sebelumnya yang diprediksi akan mengalami kebangkrutan pada 2020.

Namun kebijakan yang tak populer itu telah memicu aksi protes oleh ribuan veteran dan juga pegawai negeri yang menolak pemotongan.

Dalam aksi protes pada April lalu, puluhan petugas kepolisian, termasuk wartawan menjadi korban luka setelah terjadinya bentrokan dengan massa demonstran.

Baca juga: Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Presiden Tsai menegaskan bahwa krisis telah dapat diatasi seiring dengan disahkannya undang-undang tersebut.

"Saya telah menghadapi banyak kritikan selama dua tahun terakhir, dan kritik itu juga yang menjadi alasan politisi di masa lalu tidak mau dan takut untuk mendorong reformasi sistem pensiun kita," tulis Presiden Tsai di akun Facebook miliknya.

"Tapi saya tidak pernah ragu. Reformasi harus dimulai dari saya," tambahnya dilansir AFP.

Dengan disahkannya undang-undang tersebut, para veteran perang Taiwan akan mendapati uang pensiunan bulanan mereka dipotong hingga lebih dari 20 persen selama sepuluh tahun ke depan.

Namun veteran dengan pangkat yang lebih rendah akan mendapat pemotongan yang lebih sedikit.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X