Pengadilan Korea Selatan Larang Bunuh Anjing untuk Diambil Dagingnya

Kompas.com - 21/06/2018, 13:39 WIB
Anjing-anjing ditempatkan dalam kandang di sebuah perternakan anjing di Korea Selatan. AFP PHOTOSAnjing-anjing ditempatkan dalam kandang di sebuah perternakan anjing di Korea Selatan.

SEOUL, KOMPAS.com - Pengadilan di Korea Selatan telah melarang pembunuhan anjing untuk diambil dagingnya.

Keputusan itu disambut gembira oleh para aktivis hak binatang dan menyebutnya sebagai langkah awal untuk melarang sepenuhnya konsumsi daging anjing di Korea Selatan.

Meski demikian, belum ada larangan khusus untuk penyembelihan anjing sebagai hewan ternak dan diberlakukan peraturan kebersihan serta aturan penyembelihan yang ketat dengan memperhatikan undang-undang perlindungan hewan.

Undang-undang tersebut juga melarang metode penyembelihan yang dianggap kejam.

Baca juga: 90 Lebih Selebritas Dunia Desak Jokowi Akhiri Perdagangan Daging Anjing di Indonesia

Desakan akan adanya aturan penyembelihan anjing untuk konsumsi di Korea Selatan menyusul keluhan yang diajukan organisasi perlindungan hewan, Care, pada tahun lalu.

Organisasi tersebut melaporkan sebuah peternakan anjing di Bucheon karena dianggap membunuh hewan tanpa alasan, serta melanggar aturan kebersihan.

Pemilik peternakan dianggap bersalah dan didenda sebesar 3 juta won (sekitar Rp 38 juta).

Undang-undang tersebut telah disahkan pada April lalu, namun untuk rinciannya baru dirilis pekan ini.

"Keputusan tersebut sangat penting karena menjadi yang pertama memutuskan bahwa pembunuhan anjing untuk diambil dagingnya adalah tindakan ilegal," kata pengacara organisasi Care, Kim Kyung-eun, kepada AFP, Rabu (20/6/2018).

"Hal ini bisa membuka jalan untuk larangan konsumsi daging anjing secara keseluruhan," tambahnya.

Namun keputusan pelarangan tersebut turut memicu protes dari kalangan peternak anjing di Korea Selatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X