"Selfie" Dekat Area Lava Gunung Api, Puluhan Turis di Hawaii Ditangkap

Kompas.com - 21/06/2018, 09:49 WIB
Seorang pria melihat semburan lahar yang muncul dari retakan terlihat di kawasan Leilani Estates di Hawaii, Jumat (4/5/2018). Letusan Gunung Kilauea diawali guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang memicu runtuhnya tebing pantai dan memuntahkan lahar di kawasan yang dekat dengan permukiman, memaksa ribuan orang untuk dievakuasi. AFP PHOTO/FREDERIC J BROWNSeorang pria melihat semburan lahar yang muncul dari retakan terlihat di kawasan Leilani Estates di Hawaii, Jumat (4/5/2018). Letusan Gunung Kilauea diawali guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang memicu runtuhnya tebing pantai dan memuntahkan lahar di kawasan yang dekat dengan permukiman, memaksa ribuan orang untuk dievakuasi.

BIG ISLAND, KOMPAS.com - Sebanyak 40 turis di Hawaii, Amerika Serikat, ditangkap sejak erupsi Gunung Kilauea pada bulan lalu karena mengambil foto dan selfie di dekat aliran lava dan wilayah terbatas yang terlarang bagi publik.

Dilansir dari Newsweek, Rabu (20/6/2018), turis tersebut mendapat denda hingga 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 70 juta dan terancam hukuman penjara.

Mereka ditangkap karena melanggar hukum dengan memasuki zona terlarang yang berisiko terhadap kehidupan manusia akibat lava panas dan gas berbahaya.

Sulfur dioksida misalnya, merupakan gas mematikan yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jika terhirup.


Baca juga: Selamatkan Diri dari Lava, Pria Hawaii Malah Terjebak 12 Hari di Garasi

Gubernur Hawaii David Ige telah memperingatkan para pejabat untuk lebih kuat membatasi akses pengunjung ke wilayah yang terbatas.

"Saya menemukan adnaya kebutuhan untuk memperkuat penegakan hukum bagi otoritas penanganan situasi darurat dalam mengendalikan akses publik ke area berbahaya," katanya.

"Selain itu, terkait upaya evakuasi sebagai akibat dari kegagalan masyarakat untuk mematuhi instruksi dan perintah yang dikeluarkan otoritas," imbuhnya.

Seperti diketahui, kecepatan aliran lava terus meningkat sejak celah gunung berapi memuntahkan lava ke laut.

Kecepatan aliran lava dapat mencapai 27 km/jam, yang lebih cepat dari rata-rata manusia dapat berlari.

Rata-rata orang bisa berlari dengan kecepatan sekitar 16 km/jam hingga 24 20 km/jam, artinya manusia tidak bisa berlari lebih cepat dari lava.

Baca juga: Kena Lahar, Seorang Pria Jadi Korban Pertama Letusan Gunung Api di Hawaii

Observatorium Gunung Api Hawaii mencatat, gunung Kilauea di Big Island telah terus erupsi sejak 1983, tetapi aktivitas seismik melonjak pada akhir April lalu.

Pucaknya, erupsi dibarengi dengan gempa 6,9 magnitudo pada 4 Mei yang terkuat di negara bagian itu sejak 1975.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X