Maskapai AS Kompak Tak Angkut Anak Migran yang Terpisah dari Orangtua

Kompas.com - 21/06/2018, 08:54 WIB
Airbus A319 milik American Airlines planespotter.comAirbus A319 milik American Airlines

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump meneken perintah eksekutif untuk mengakhiri kebijakan kontroversial terkait migran, maskapai penerbangan AS ramai-ramai mengecam Trump.

Tercatat American Airlines, United Airlines, dan Frontier Airlines mengeluarkan pernyataan agar kebijakan pemisahan migran orangtua dan anak-anak segera dihentikan.

Pada Rabu (20/6/2017), ketiga maskapai penerbangan itu bahkan meminta pemerintah federal tidak menggunakan armada mereka untuk mengangkut anak-anak migran yang dipisahkan dari orangtua.

"Kami tidak ingin berhubungan dengan aksi memisahkan keluarga, atau lebih buruk lagi, untuk mendapat keuntungan dari kebiajak itu," demikian pernyataan dari American Airlines.

Baca juga: Perintah Eksekutif Trump Akhiri Krisis Migran Hanya Berlaku Sementara

American Airlines memiliki kontrak dengan pemerintah AS untuk mengangkut pegawai pemerintah dalam perjalanan tertentu, termasuk membawa pengungsi.

Dari ketiga maskapai penerbangan itu, tidak ada satu pun yang secara definitif menyebut bahwa pesawat mereka telah digunakan untuk mengangkut anak-anak migran.

"Pemerintah tidak mengungkap informasi mengenai sifat penerbangan yang diperlukan atau  penumpang yang melakukan perjalanan," ungkap American Airlines.

Sementara, manajemen Frontier Airlines mengatakan, tidak akan mengizinkankan penerbangan digunakan untuk mengangkut anak-anak migran jauh dari keluarga.

"Pada saat ini, kami tidak tahu apakan Frontier telah digunakan untuk tujuan tersebut," tulis pernyataan Frontier.

Maskapai United Airlines menyatakan prihatin terhadap kebijakan imigrasi pemerintah AS.

"Kami telah menghubungi pejabat federal bahwa mereka tidak boleh mengangkut anak-anak migran yang dipisahkan dari orangtua di pesawat milik United," katanya.

Baca juga: Trump Bukanlah Pemimpin Bermoral di Dunia

Sebuah unggahan di Facebook yang beredar pada pekan lalu mengungkap, klaim mengenai kisah pramugari yang menyaksikan 16 anak migran naik pesawat dari Arizona ke Miami pada tengah malam.

Taylor Garland dari serikat pekerja penerbangan AS mengatakan kepada CNN, ada peningkatan jumlah kru pesawat yang berbagi pengalaman bertemu dengan migran anak di penerbangan.

"Anak-anak tidak berbicara dalam bahasa Inggris, dan tampaknya tidak membawa barang bawaan, serta tampak ketakutan," ucapnya.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X