Perintah Eksekutif Trump Akhiri Krisis Migran Hanya Berlaku Sementara - Kompas.com

Perintah Eksekutif Trump Akhiri Krisis Migran Hanya Berlaku Sementara

Kompas.com - 21/06/2018, 08:08 WIB
Aktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018).AFP / MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA Aktivis melakukan demonstrasi mengecam pemisahan anak migran oleh pemerintah AS di Los Angeles, California, Senin (18/6/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (20/6/2018) meneken perintah eksekutif untuk mengakhiri krisis migran yang menuai banyak kecaman.

Trump menegaskan, tindakan ini bersifat sementara dan berharap Kongres mengambil keputusan untuk meloloskan undang-undang imigrasi.

Rancangan undang-undang yang ajukan pemerintah AS termasuk pengadaan dana sebesar 18 miliar atau sekitar Rp 251,3 miliar untuk pembangunan tembok perbatasan.

"Sangat disayangkan bahwa kegagalan Kongres untuk bertindak dan perintah pengadilan telah membuat Administrasi dalam posisi memisahkan keluarga-keluarga asing untuk menegakkan hukum secara efektif," bunyi perintah eksekutif itu.

Baca juga: Trump Melunak, Migran Anak Tak Perlu Dipisahkan dari Orangtuanya

Seperti diketahui, berbagai pihak mengkritik kebijakan Trump terkait pemisahan migran orangtua dengan anak-anak mereka.

Disaksikan oleh Wakil Presiden AS mike Pence dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, Trump mengarahkan penanya ke atas kertas sebagai tidakan untuk menghentikan pemisahan keluarga yang menyeberangi perbatasan secara ilegal.

"Kami menjaga agar keluarga tetap bersama dan ini akan segera memecahkan masalah itu," katanya di Gedung Putih.

Perintah eksekutif tersebut menyatakan, pemerintah AS akan terus mengadili mereka yang tidak mematuhi aturan federal. Solusinya, keluarga migran tidak akan terpisah satu sama lain.

Anak-anak akan ditempatkan di pusat penahanan yang sama dengan orangtua atau wali, sampai para orang dewasa itu menghadapi persidangan.

Keluarga diizinkan untuk tinggal bersama selama Kementerian Keamanan Dalam Negeri tidak menemukan penahanan anak bersama migran orangtua akan menimbulkan risiko bagi kesejahteraan anak.

Baca juga: Kebijakan Imigrasi Trump Bikin Orangtua dan Anak Terpisah

Juru bicara Kementerian Kesehatan dan Layanan Manusia AS, Kenneth Wolfe, mengatakan, perintah yang diteken Trump tidak menyebutkan penyatuan kembali keluarga yang telah sudah terpisah.

"Untuk anak-anak di bawah umur, saat ini berada dalam program anak-anak asing tanpa pendamping, prosesnya akan berjalan seperti biasa," katanya.

Menurut data terakhir, sebanyak 2.342 anak terpisah dari orangtua mereka dan ditempatkan dalam tempat penitipan milik pemerintah.

Beberapa telah disebar ke seluruh negeri untuk tinggal di berbagai tempat penampungan dan program asuh.


Terkini Lainnya

Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Disandera 2 Bulan 26 Hari, Usman Akhirnya Bisa Kembali ke Keluarganya

Nasional
VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

VIDEO: Respons Sandiaga Uno Saat Ditolak Kedatangannya di Labuhanbatu

Nasional
Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Kesiapan Angkutan Kereta Natal dan Tahun Baru, Waspada Pelemparan Batu dan Banjir

Regional
Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional

Close Ads X